BUNGA BANGSAKU

The World Explorer

Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label misteri. Tampilkan semua postingan

Misteri Makam Kemangi Di Desa Ujung Semi , Kangkung Kabupaten Kendal

 
Dulu pekerjaanku sebagai buruh tani. Itu ketika masih berumur di bawah 30 tahun. Anakku tiga orang. Semuanya kini sudah berkeluarga. Apapun pekerjaan di kampung, aku terima untuk menyambung hidup. Yang penting halal. Suamiku juga sebagai buruh tani, dia nyambi jadi peternak ayam kampung. Alhamdulillah…, semua diberi kecukupan untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal dulu aku harus menyekolahkan anak-anakku. Semuanya lulus sekolah menengah. Sekarang usiaku menginjak di atas 40 tahun. Aku sudah meninggalkan pekerjaan sebagai buruh tani. Aku pindah haluan sebagai tukang masak para warga kampung saat punya hajat. Semula aku hanya ikut-ikutan jadi rewang ( tenaga pembantu) saja. Sekarang aku sudah mandiri. Sekali panggil untuk memasak aku pasang tarif dua ratus ribu rupiah. Itu untuk dua hari satu malam.

Memasuki bulan Syawal, biasanya selalu banyak orang punya hajat. Dan itu adalah bulan-bulan penuh pekerjaan. Jauh-jauh hari orang yang hendak punya gawe datang ke rumahku. Memastikan tanggal yang kosong. Hampir seluruh angka di kalender sudah aku lingkari. Hanya ada dua hari saja. Kamis Wage dan Jum’at Kliwon. Saat bulan puasa seperti ini adalah masa istirahatku bekerja. Tidak ada orang yang punya hajat nikahan. Untuk mengisi kekosongan, aku berjualan makanan untuk buka puasa. Kolak pisang, serabi, bubur candil, lontong, dan lodeh. Di saat aku sedang berjualan di serambi rumah. Ada pengendara sepeda motor mampir, berboncengan dengan seorang wanita.

“ Assalamualaikum…., benar ini rumahnya Bu Siti Alwiyah ?” Sapa perempuan berkerudung kepadaku. Umurnya kelihatannya sebaya denganku, sekira 40an.

“ Waalaikum salam.., benar mbakyu. Dari mana ? Monggo-monggo.., silahkan, saya sambil jualan ya ?”

“ Tidak apa-apa Bu Siti, saya tahu njenengan repot. Saya sedang kesulitan mau cari tukang masak bu. Saya disuruh Pak lurah Desa Ujungsemi untuk mencari tukang masak. Dia mau menikahkan anaknya.” Sembari aku meladeni pembeli, tetap melanjutkan perbincangan. Kupanggil anakku Wati mengambilkan kursi, supaya dia bisa duduk.

“ Lha kapan harinya mbakyu ?”

“ Bulan depan, mulai Rabu pon, Kamis wage sampai Jum’at kliwon. Tiga hari berturut-turut. Pak lurah Wignyo nanggap wayang, serta campur sari.” Kusembunyikan rasa heranku, tumben saja ada orang mau menikahkan anaknya di hari yang disebutkan. Di daerahku, itu jarang terjadi.

“ Lha sudah dapat tukang masak berapa mbakyu ?”

“ Itulah Bu Siti.., saya tidak ketemu orang yang mau masak di hari itu. Padahal ini penting sekali. Pak lurah tidak mau ganti tanggal serta hari. Ini sudah keputusannya dia Bu Siti.” Ucap wanita itu.

“ Baiklah kalau memang demikian. Saya sanggup, lha alamatnya dimana mbakyu ?”
“ Bu Siti tidak usah kesana sendiri, nanti ada yang menjemput. Njengenan juga tak perlu repot membawa blender, loyang, mixer dan lainnya. Semua disediakan sama Pak lurah.”

Selama hampir lima tahun aku menjalani pekerjaan ini, baru sekali ini ada orang yang mau menikahkan anaknya di hari tersebut. Baru kali ini juga ada panggilan masak sampai di lain kecamatan. Ujungsemi masuk wilayah Kecamatan Kangkung. Di bawah tahun 2000, desa tersebut masih masuk wilayah Kecamatan Cepiring. Saking luasnya kemudian dipecah menjadi dua. Cepiring adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Berada di pesisir utara Pulau Jawa. Mata pencaharian penduduknya sebagian sebagai petani. Kendal juga dikenal sebagai penghasil tembakau, dan padi. Sewaktu masih jaman orde baru, Kendal dikenal sebagi penghasil gula. Ada pabrik gula peninggalan Belanda di Cepiring, berdiri sejak tahun 1825.

Waktu yang dijanjikan pun tiba, usai lebaran selang seminggu, aku dijemput oleh seorang suruhan Pak lurah Wignyo. Seorang anak muda dengan sepeda motor Honda Supra warna hitam strip hijau dan merah, menanti di teras.

“ Bu Siti, silahkan bu.., tidak usah pakai helm. Lewat jalan kampung saja.” Pinta anak laki-laki itu. Ia mengenalkan diri namanya Setyo, seumuran anakku Wardi yang paling tua.

“ Iya dik, tidak apa-apa. Lagian kalau malam begini tak bakal ada razia sepeda motor.”

Setelah berpamitan dengan suami dan anak-anak, aku membonceng Setyo. Cuaca malam begitu cerah, langit malam nampak terang karena cahaya bulan. Angin kering musim kemarau berhembus. Beberapa desa kulewati, menempuh jalan satu-satunya ke Desa Ujungsemi. Sebenarnya jarak Desa Juwiring dengan Ujungsemi tidak begitu jauh. Setyo memotong jalan lewat Desa Sidomulyo, jalan aspal di desa itu rusak parah. Banyak kendaraan berat melewati jalan tengah sawah itu. Tidak biasanya saat melewati kuburan Desa Sidomulyo tengkukku merasa merinding. Padahal sekitar tempat itu banyak lampu listrik. Kuburan itu berada di pojok desa, persis di tepi sawah. Berbatasan dengan Desa Kalirejo.

Sepeda motor Setyo terasa ringan saja saat melewati jalanan berbatu dan rusak parah. Selama menjadi tukang masak borongan, aku paling jauh menerima pekerjaan memasak di Kecamatan Cepiring di Desa Botomulyo. Sebenarnya aku ingin menolak permitaan Pak lurah Wignyo. Meskipun tak ada aturan resmi, menyelenggarakan pesta pernikahan di bulan Syawal pada tiga hari pasaran tersebut sungguh pantangan. Sepanjang perjalanan, Setyo sesekali bicara, itu pun ketika aku tanya.

“ Bu Siti, kita sudah hampir sampai bu…, paling lima menit lagi.” Tanpa kutanya Setyo berbicara. Melewati Pasar Kangkung, sesudah itu belok kanan. Keadaan kanan serta kiri jalan berupa tanaman tembakau yang masih selutut orang dewasa. Tak berapa lama kemudian kulihat banyak sekali mobil dan sepeda motor parkir di pinggir jalan. Beberapa mobil sedan mewah juga kelihatan. Meskipun tidak begitu mengenal, aku yakin Pak Wignyo ini orang yang kaya. Tamunya banyak sekali

“ Dik Setyo, apa acaranya sudah dimulai ?”

“ Belum bu.., mobil-mobil itu milik keluarga Pak Wignyo datang dari luar daerah Kendal.” Setyo menerangkan.

Rumah Pak lurah begitu megah, berpagar tembok setinggi bahu. Untuk masuk ke rumahnya harus melewati pintu gapura yang tak kalah megah juga. Bangunan utama berupa rumah joglo seperti balai desa. Rumah Pak lurah bagiandinding bagian depan semuanya dilepas. Di desa, orang yang memiliki rumah joglo dari kayu jati, dipastikan orang yang kaya raya.

“ Dik Setyo, orang desa sini kok pendiam semua ya ?” Aku mulai merasa ada kejanggalan warga desa Ujungsemi. Sepanjang memasuki pekarangan, orang-orang yang berpapasan denganku tak ada yang menampakkan wajahnya. Semuanya menunduk dan tidak bicara satu sama lain.

“ Oh…, itu aturan di rumahnya Pak lurah saja bu. Kalau di luar ya sama saja,” jawab Setyo menerangkan.

“ Saya harus masak mulai malam ini ya Dik Setyo ?”

“ Benar bu.., tapi sebelumnya bapak mau bicara dengan Bu Siti dulu. Mari ke pendopo bu ?”

Di pendopo sudah menunggu seorang laki-laki paruh baya, nampak berwibawa. Mengenakan pakaian beskap warna hitam. Di sebelahnya seorang wanita dengan baju kebaya warna hijau, sementara jariknya motif parang rusak.

“ Monggo.., silahkan duduk Bu Siti. Saya begitu senang sampeyan bisa membantu di rumah saya.”

“ Sama-sama Pak lurah.”

“ Ini sebagai bayaranmu, saya berikan semuanya.” Pak lurah mengulurkan segepok uang kepadaku.

“ Pak, sebaiknya nanti saja kalau pekerjaan sudah selesai, saat saya hendak pulang.”

“ Tidak apa-apa, saya selalu membayar di depan. Kalau sudah selesai hajatnya mungkin aku tidak sempat memberikan langsung kepadamu.” Baru kali ini juga aku menerima bayaran sebelum bekerja. Hitunganku kerja masak kali ini empat hari tiga malam.

“ Pak, apa ini tidak kebanyakan ? Upah masak dua hari satu malam untuk saya hanya dua ratus ribu

Kalau sampai tiga malam bayar enam ratus ribu saja pak ?”

“ Sudahlah.., terima saja Bu Siti. Itu sekaligus sebagai tanda terimakasih kami kepada sampeyan.” Istri Pak Wignyo menambahi pembicaraan.

Usai bertemu dengan tuan rumah aku ke halaman belakang. Semua keperluan memasak telah tersedia. Yang bagian menanak nasi ada sendiri, pun yang bagian merebus air untuk membuat teh. Bagianku hanya masak lauk-pauknya saja. Orang-orang di dapur itu tak ada yang bicara. Tidak seperti biasanya orang rewang. Baik laki-laki dan perempuan semuanya diam. Aku memasak rendang sapi, oseng-oseng buncis, mie goreng dan sambal goreng ati. Semuanya aku kerjakan sendiri. Sementara di halaman luar sudah begitu ramai. Pak lurah nanggap wayang kulit. Aku mulai sedikit ngantuk, mungkin sudah jam tigaan.

“ Bu kalau ngantuk, minum ini bu. Di kulkas banyak disediakan,” tiba-tiba Setyo muncul. Menyodorkan tiga botol Kratingdaeng. Memang seperti kebiasaan saat aku memasak di malam hari. Untuk mengusir kantuk dan menambah segar badan aku minum Kratingdaeng. Waktu terasa berjalan begitu lambat. Masakan sudah matang kemudian satu per satu bagian dimasukkan ke besek ( wadah dari ayaman bambu).

Aku sudah kali ketiga memasak rendang sapi. Sekali masak menghabiskan enam puluh kilogram daging sapi. Demikian juga dengan mie goreng, dan lauk-pauk yang lain. Semuanya ludes tak bersisa. Terasa membosankan juga, berada dengan orang banyak tapi tak satupun yang bisa diajak bicara. Aku mencoba berbasa-basi dengan laki-laki yang sedang mengaduk beras

“ Kang…, orang disini semua kok pendiam ya ?”

“ Sudah sejak saya tinggal di kampung ini memang begitu bu. Kalau tidak penting sekali, kami tidak bicara.”

“ Lha memang sampeyan dari desa mana kang ?”

“ Saya dari jauh bu, asli saya Serang Banten. Sudah lima tahun saya mengabdi pada Pak lurah.”

“ Sudah lima tahun ? Disini sampeyan bertani tembakau ? Atau…, “ belum rampung aku bertanya. Laki-laki itu menjawab pertanyaanku.

“ Saya disini bekerja untuk Pak lurah, pekerjaan saya menanak nasi. Kebetulan saja, tahun ini Pak lurah sedang mantu ( menikahkan anak ). Lha ibu kok bisa masuk ke sini bagaimana caranya ?”

Aku merasa pertanyaan laki-laki tukang masak nasi ini begitu aneh, “ bagaimana caranya ?” Sambil memblender bumbu masak rendang, aku ceritakan bagaimana aku dipanggil Pak lurah untuk masak.

“ Waduuuh buu…., tak sembarangan manusia bisa masuk ke rumah Pak lurah. Apalagi diminta memasak. Ketahuilah bu.., kami disini semuanya adalah orang buangan. Semua yang datang hari ini adalah orang-orang yang mati kecelakaan.” Mendengar penjelasan laki-laki ini aku semakin tidak mengerti.

“ Lihatlah kaki orang-orang itu. Semua tidak ada tumitnya. Hari ini mereka berkumpul dari seluruh Jawa. Orang-orang yang diundang Pak lurah semasa hidupnya berlaku keliru. Sebagian dari mereka waktu di dunia mencari kekayaan dengan pesugihan.”

“ Lho ? Lha kamu sendiri kenapa ?”
“ Saya mati bunuh diri bu, banyak hutang melilit, ditagih banyak orang membuat saya tidak betah hidup.”

“ Masya Allah……, jadi aku sekarang berada dimana ?”

Entah apa yang terjadi, belum sempat menjawab pertanyaanku. Laki-laki di depanku ini mendadak pucat. Seluruh kulitnnya melepus seperti luka bakar. Ia berguling-guling di tanah. Dan lampu listrik di rumah Pak lurah mendadak padam. Aku berusaha mencari sumber cahaya. Kurogoh korek api yang ada di dalam tas. Sekitarku begitu gelap sekali. Sayang, korek api di dalam tasku lembab. Aku pelan-pelan berjalan menuju gapura depan. Berulang kali kakiku menabrak tonggak pohon.

“ Asholatu khoirun minnan nauuuummmm…..,” sayup-sayup kudengar adzan subuh. Aku sudah berada di luar gapura rumahnya Pak lurah. Kutoleh lagi rumah Pak lurah itu, Masya Allah……., rumah joglo kayu jati tidak kutemukan, disitu berdiri sebatang pohon Kolobin begitu tinggi. Dan pelataran rumah tersebut adalah kuburan. Segera kupercepat langkah meninggalkan kuburan itu. Menyusuri jalan aspal ke arah cahaya matahari terbit. Aku sudah di sekitar Pasar Kangkung, nampak sudah mulai ada orang di pasar kecamatan itu. Sambil menunggu hari terang, aku ke mushola menunaikan shalat subuh.

Jam tujuh pagi, aktifitas Pasar Kangkung sudah begitu ramai. Aku menuju pos ojek, dan meminta diantar pulang ke Juwiring. Hanya perlu waktu setengah jam saja dari pasar tersebut ke desaku. Sepanjang jalan menuju rumah, ada pemandangan aneh. Orang-orang memandangiku dengan tatapan heran. Hingga akhirnya aku tiba di pelataran rumah, kulihat anakku Suwati sedang menyapu halaman. Dia langsung memelukku.

“ Buuu…., ibu kemana saja ? Katanya tiga hari ke Ujungsemi kok sampai sebulan lebih ?” Sesudah masuk rumah aku mulai bicara. Suami, anak-anakku, serta tetangga memenuhi ruang tamu di rumah.

“ Pak, lha aku juga tidak habis pikir bisa sampai rewang disana.” Kujelaskan kalau selama empat

hari tiga malam aku di rumah Pak lurah Ujungsemi.

“ Bune, sampeyan itu sudah meninggalkan rumah genap empat puluh hari sejak Rabu pon bulan Syawal lalu. Sekarang sudah Dzulqa’idah. Tetangga dan keluarga mengira sampeyan sudah meninggal dunia. Tapi aku yakin sampeyan pasti kembali ke rumah.” Suamiku menceritakan apa yang terjadi selama aku meninggalkan rumah.

Ternyata selama ini aku diminta bekerja di alam ghaib. Kuburan Ujungsemi itu dikenal dengan Kuburan Kemangi. Banyak kejadian aneh dan tidak masuk akal yang pernah terjadi di Kemangi. Kemudian aku buka tasku.

“ Subhanallah….,” ada delapan ikat uang pecahan seratus ribu di dalam tasku. Semuanya ada delapan puluh juta rupiah. Kuminta suamiku menemui Pak Kyai Zaenuri. Memastikan apa yang sebenarnya menimpaku.Kami berdua ke rumahnya.

“ Pak Durman dan Bu Siti, ini bisa terjadi atas ijin Allah. Sampeyan sudah diminta bekerja di alam ghaib. Dan uang itu benar-benar upahnya.” Untuk memastikan keasilan uang pecahan ratusan ribu tersebut, Pak Zaenuri menggunakan detektor uang kertas. Ia juragan tembakau, harus mempunyai alat itu “ Berarti sampeyan di kediaman Pak lurah itu sehari dibayar dua juta rupiah bune,” suamiku menyimpulkan lamanya kepergianku dengan jumlah uang yang ada di dalam tas.

“ Entahlah pak, aku takut menggunakan uang tersebut.” Aku menimpali suamiku.

“ Sebaiknya,sebagian kau sedekahkan kepada fakir miskin dan yatim piatu. Uang itu asli bisa dipakai.” Pak Zaenuri meyakinkan kami berdua.

Mengikuti petunjuk Pak Zaenuri, sebagian uang tersebut kami pakai untuk perbaikan masjid. Menyantuni anak-anak yatim piatu dan fakir miskin. Sedangkan sebagian yang lain kami simpan di bank dalam bentuk deposito. Akan kami gunakan jika dalam keadaan yang sangat perlu.
Kisah Nyata.

Misteri Sebuah Singgasana ( 'Arasy )


‘Arsy (Bahasa Arab عَرْش, ‘Arasy) adalah tempat tertinggi tempat bersemayam Allah, berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh para Malaikat.Pengertian ‘Arsy ini yang diyakini oleh para manhaj Salaf, berdasarkan Al Qur'an dan hadits Muhammad, sesuai dengan ayat:
“ (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas 'Arsy.(Thaha, 20:5) ”

Tetapi banyak ulama yang berpendapat beda dalam mengartikan makna dari ‘Arsy ini, apakah ‘Arsy itu berwujud fisik atau nonfisik.

Etimologi

‘Arsy adalah bentuk mashdar dari kata kerja ‘arasya – ya‘risyu – ‘arsyan (عَرَشَ يَعْرِشُ عَرْشًا) yang berarti bangunan, singgasana, istana atau tahta. Di dalam Al-Quran, kata ‘Arsy itu disebut sebanyak 33 kali. Kata ‘Arsy mempunyai banyak makna, tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah singgasana atau tahta Tuhan. Kemudian arti dari kata tersebut dipakai oleh bangsa Arab untuk menunjukkan beberapa makna, yaitu:

* Singgasana raja, tercantum dalam Surah An-Naml, 23.
* Atap rumah, tercantum dalam hadits
* Tiang dari sesuatu
* Kerajaan
* Bagian dari punggung kaki

Inilah sebagian dari arti ‘Arsy dalam bahasa Arab, akan tetapi arti tersebut berubah-ubah sesuai dengan kalimat yang disandarinya.

Seorang ulama yang bernama Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manar menjelaskan bahwa ‘Arsy merupakan ”pusat pengendalian segala persoalan makhluk-Nya di alam semesta”. Penjelasan Rasyid Rida itu antara lain didasarkan pada Al Qur'an:
“ ...kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy untuk mengatur segala urusan...(Yunus 10:3) ”


Wujud 'Arsy

Menurut manhaj salaf, 'Arsy memiliki wujud yang teramat sangat besar, memiliki beberapa tiang yang menjadikan 'Arsy sebagai atap alam semesta. Wujud ini dicatat dalam beberapa hadits-hadits yang shahih. Saking besarnya ada malaikat yang memiliki sayap banyak, diperintahkan oleh Tuhan untuk terbang kemana saja yang ia kehendaki dan ia merasa tidak beranjak dari tempat semula ia terbang.

Allah berfirman kepada malaikat tersebut, "Sesungguhnya Aku telah menjadikan engkau memiliki kekuatan yang sebanding dengan kekuatan 7.000 malaikat." Malaikat itu diberikan 70.000 sayap. Kemudian, Allah menyuruh malaikat itu terbang. Malaikat itu pun terbang dengan kekuatan penuh dan sayap yang diberikan Allah ke arah mana saja yang dikehendaki Allah. Sesudah itu, malaikat tersebut berhenti dan memandang ke arah ‘Arsy. Tetapi, ia merasakan seolah-olah ia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya terbang semula. Hal ini memperlihatkan betapa besar dan luasnya ‘Arsy Allah itu.

“ 'Arsy yaitu singgasana yang memiliki beberapa tiang yang dipikul oleh para Malaikat. Ia menyerupai kubah bagi alam semesta. 'Arsy juga merupakan atap seluruh makhluk.”

Nabi Muhammad bersabda: "Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang Sahara yang luas, dan keunggulan 'Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang Sahara yang luas itu atas cincin tersebut."

Letak 'Arsy

Menurut syariat Islam, 'Arsy terletak diatas surga Firdaus yang berada dilangit ke-7. Keyakinan ini bersumber dari salah satu hadits Muhammad. Muhammad bersabda kepada sahabatnya yang bernama Abu Hurairah “Apabila engkau memohon kepada Allah, maka mohon-lah kepada-Nya Surga Firdaus. Sesungguhnya ia (adalah) Surga yang paling utama dan paling tinggi. Di atasnya terdapat ‘Arsy Allah yang Maha Pengasih...”

Masih diriwayatkan dari Ibnu Abi 'Ashim, Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya ‘Arsy sebelumnya berada di atas air. Setelah Allah menciptakan langit (ke-7), ‘Arsy itu ditempatkan di langit yg ke-7. Dia jadikan awan sebagai saringan untuk hujan. Apabila tidak dijadikan seperti itu, tentu bumi akan tenggelam terendam air.”

Hamalat al-‘Arsy

Para malaikat pemikul 'Arsy terkenal dengan nama Hamalat al-‘Arsy (Arab: حملات العرش) berjumlah empat malaikat, setelah kiamat akan bertambah menjadi delapan malaikat yaitu; Israfil, Mikail, Jibril, Izrail dan Hamalat al-‘Arsy. Didalam Al-Qur'an juga disebutkan para malaikat ini, dalam surah Al Haqqah 69 ayat 17:
“ Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arasy Tuhanmu di atas (kepala) mereka. (Al Haqqah, 69:17) ”

Wujud Hamalat al-‘Arsy

Berdasarkan hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dari seorang sahabat Jabir bin Abdillah, wujud para malaikat pemikul singgahsana Allah sangatlah besar dan jarak antara pundak malaikat tersebut dengan telinganya sejauh perjalanan burung terbang selama 700 tahun.

Dikatakan pula dalam hadits, bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki sayap lebih besar dan banyak dibandingkan dengan Jibril dan Israfil. Dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki sayap sejumlah 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil, sedangkan Israfil mempunyai 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril.

Sedangkan Syeikh Muhammad Nawawi bin Umar bin 'Arabi Al-Jawi Al-Bantani, seorang wali besar dari tanah Jawa, mengatakan bahwa, "Mereka adalah tingkatan tertinggi para Malaikat dan Malaikat yang pertama kali diciptakan, dan mereka berada di dunia sebanyak 4 malaikat, pada saat qiyamat akan berjumlah 8 malaikat dengan bentuk kambing hutan. Jarak antara telapak kakinya sampai lututnya sejauh perjalanan 70 tahun burung yang terbang paling cepat. Adapun sifat dari 'Arsy, dikatakan bahwa bahwa 'Arsy adalah permata berwarna hijau dan 'Arsy adalah makhluk yang paling besar dalam penciptaan. Dan setiap harinya 'Arsy dihiasi dengan 1000 warna daripada cahaya, tidak ada satu makhlukpun dari makhluk Allah ta'ala yang sanggup memandangnya.. Dan segala sesuatu seluruhnya didalam 'Arsy seperti lingkaran ditanah lapang...Dikatakan sesungguhnya 'Arsy merupakan kiblat para penduduk langit.. sebagaimana Ka'bah sebagai kiblat penduduk bumi..."

Perbedaan Pendapat Tentang 'Arsy

Di dalam perbincangan para ulama tradisional dengan ulama kontemporer dan modern, mereka masing-masing memiliki perbedaan pendapat dalam menafsirkan istilah 'Arsy ini. Mereka memperdebatkan apakah 'Arsy itu suatu nonmateri (nonfisik) atau materi (fisik).

Para ulama tradisional lebih menyukai memahami 'Arsy sebagai suatu singgasana, dimana dari singgasana-Nya inilah Tuhan mengendalikan kekuasaan-Nya atas makhluk-makhluk-Nya, namun ulama-ulama tersebut juga lebih suka untuk tidak melakukan pembahasan lebih jauh mengenainya dan hanya mencukupkan urusannya kepada iman dan itu menjadi rahasia Allah saja.

Sejumlah ulama lain yang lebih moderat menolak penafsiran 'Arasy seperti yang telah disebutkan diatas tadi, karena menurut mereka Allah tidak membutuhkan tempat, ruangan dan juga tidak terikat dengan waktu. Jika dikatakan bahwa Allah duduk diatas 'Arsy maka berarti Allah memiliki wujud yang sama seperti makhluk-Nya yang memerlukan tempat tinggal dan tempat bernaung, padahal Allah Maha Suci dan Maha Mulia dari semua itu.

Dalam penafsiran 'Arsy oleh para ulama ini, maka bisa digolongkan menjadi tiga pendapat yang berbeda, yaitu:

* Mu'tazilah

Berpendapat bahwa kata ‘Arsy di dalam al-Quran harus diartikan dan dipahami sebagai makna metaforis (majazi). Jika dikatakan Tuhan bersemayam di ‘Arsy, maka arti ‘Arsy di sini adalah kekuasaan Tuhan. Tuhan merupakan zat yang nonmateri, karenanya mustahil Dia berada pada tempat yang bersifat materi.

* Mujassimah

Berpendapat golongan ini bertolak belakang dengan pendapat pertama. Menurut mereka, kata ‘Arsy harus dipahami sebagaimana adanya. Karena itu, mereka mengartikan ‘Arsy sebagai sesuatu yang yang bersifat fisik atau materi. Mereka memiliki paham antropomorfisme.

* Asy'ariyah

Berpendapat yang menyatakan bahwa ‘Arsy dalam arti tahta atau singgasana harus diyakini keberadaannya, karena Al-Quran sendiri mengartikan demikian adanya.

Sumber:wikipedia

Apapun penafsirannya, Tuhan itu Maha Agung, dan sempurna kebesarannya. Seharusnya kita selalu mengingat dan memuji Nya, serta senantiasa beribadah kepada Nya. Manusia saat ini banyak yang condong kepada materi, dan lupa atau tak tahu mengapa mereka dilahirkan dan untuk apa sebenarnya hidup ini.

Dengan adanya artikel ini saya pribadi berharap banyak dari kita untuk mengetahui, betapa besarnya alam semesta ini, dan betapa agungnya Sang Pencipta...

Mistery Pohon Bidara ( Sidratul Muntaha ) Atau Pohon Yang Tumbuh Di langit


Ketika saya kecil dulu, pernah suatu hari mendengar istilah pohon bidara. Yaitu pohon yang tumbuh di langit. Letaknya antara langit ke enam, sampai langit ke tujuh. Ingin mencari artikel tentang pohon ini, saya cari di berbagai sumber, dan ternyata ada juga.

Sidrat al-Muntahā (Arab: سدرة المنتهى‎ , Sidratul Muntaha) adalah sebuah pohon bidara yang menandai akhir dari langit/Surga ke tujuh, sebuah batas dimana makhluk tidak dapat melewatinya, menurut kepercayaan Islam. Dalam kepercayaan ajaran lain ada pula semacam kisah tentang Sidrat al-Muntahā, yang disebut sebagai "Pohon Kehidupan".

Pada tanggal 27 Rajab selama Isra Mi'raj, hanya Muhammad yang bisa memasuki Sidrat al-Muntaha dan dalam perjalanan tersebut, Muhammad ditemani oleh Malaikat Jibril, dimana Allah memberikan perintah untuk Salat 5 waktu.

Dalam Agama Baha'i Sidrat al-Muntahā biasa disebut dengan "Sadratu'l-Muntahá" adalah sebuah kiasan untuk penjelmaan Tuhan.

Etimologi

Sidrat al-Muntahā berasal dari kata sidrah dan muntaha. Sidrah adalah pohon Bidara, sedangkan muntaha berarti tempat berkesudahan, sebagaimana kata ini dipakai dalam ayat berikut:
“ Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (An-Najm, 53:41-42) ”

Dengan demikian, secara bahasa Sidratul Muntaha berarti pohon Bidara tempat berkesudahan. Disebut demikian karena tempat ini tidak bisa dilewati lebih jauh lagi oleh manusia dan merupakan tempat diputuskannya segala urusan yang naik dari dunia di bawahnya maupun segala perkara yang turun dari atasnya. Istilah ini disebutkan sekali dalam Al-Qur'an, yaitu pada ayat:
“ ...(yaitu) di Sidratil Muntaha. (An-Najm, 53:14) ”

Wujud Sidrat al-Muntahā

Sidratul Muntaha digambarkan sebagai Pohon Bidara yang sangat besar, tumbuh mulai Langit Keenam hingga Langit Ketujuh. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan buah-buahannya seperti bejana batu. Menurut Kitab As-Suluk, Sidrat al-Muntahā adalah sebuah pohon yang terdapat di bawah 'Arsy, pohon tersebut memiliki daun yang sama banyaknya dengan sejumlah makhluk ciptaan Allah.

Allah berfirman dalam surah An-Najm 16,
“ Ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya (an-Najm, 53: 16) ”

Dikatakan bahwa yang menyelimutinya adalah permadani terbuat dari emas.

Jika Allah memutuskan sesuatu, maka "bersemilah" Sidratul Muntaha sehingga diliputi oleh sesuatu, yang menurut penafsiran Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu adalah "permadani emas". Deskripsi tentang Sidratul Muntaha dalam hadits-hadits tentang Isra Mi'raj tersebut hanyalah berupa gambaran (metafora) sebatas yang dapat diungkapkan kata-kata. Hakikatnya hanya Allah yang Maha Tahu.

Peristiwa di Sidratul Muntaha bagi Muhammad

Ketika Mi'raj, di sini Muhammad melihat banyak hal, seperti:
Melihat bentuk asli Malaikat Jibril

Dikatakan bahwa Muhammad telah melihat wujud asli dari Malaikat Jibril yang memiliki sayap sebanyak 600 sayap.
“ Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (An-Najm 53:13) ”

Melihat Tuhan

Dikatakan pula bahwa Muhammad telah melihat Allah yang berupa cahaya.

Untuk hal ini terdapat beda pendapat di kalangan ulama, apakah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat Tuhannya? Jika pernah apakah beliau melihat-Nya dengan mata kepala atau mata hati? Masing-masing memiliki argumennya sendiri-sendiri. Di antara yang berpendapat bahwa beliau pernah melihat-Nya dengan mata hati antara lain al-Baihaqi, al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, dan Syaikh al-Albani dalam tahqiq beliau terhadap Syarah Aqidah ath-Thahawiyah. Salah satu argumentasi mereka adalah hadits di atas.

Mendapatkan Perintah Salat

Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan perintah salat 5 waktu. Perintah melaksanakan salat tersebut pada awalnya adalah 50 kali setiap harinya, akan tetapi karena pertimbangan dan saran Nabi Musa serta permohonan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri, serta kasih dan sayang Allah Subhahanu wa Ta'ala, jumlahnya menjadi hanya 5 kali saja. Di antara hadits mengenai hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

Dari Abdullah (bin Mas'ud), ia telah berkata: "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diisrakan, beliau berakhir di Sidratul Muntaha (yang bermula) di langit keenam. Ke sanalah berakhir apa-apa yang naik dari bumi, lalu diputuskan di sana. Dan ke sana berakhir apa-apa yang turun dari atasnya, lalu diputuskan di sana."

Ia berkata: "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diberi tiga hal: Diberi salat lima waktu dan diberi penutup Surah al-Baqarah serta diampuni dosa-dosa besar bagi siapapun dari umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun".

HR Muslim (173) dengan redaksi di atas, at-Tirmidzi (3276), an-Nasai (451), dan Ahmad (3656 & 4001).}}

Sumber:
Dari:wikipedia

Bagi orang awam mungkin menganggap sepele dan tidak begitu yakin tentang ini, tapi bagiku pohon ini nyata dan Sidratul Muntaha itu ada. Jarak langit dan bumi mungkin sangat jauh, milyaran kilometer, tapi bagi Sang Pencipta, Jika ia mampu membuat langit dan bumi beserta isinya, dan menciptakan jarak yang begitu jauh, dengan mudah pula Tuhan akan menciptakan alat transportasinya.

Bukankah Nabi Muhammad menggunakan Buroq sebagai transportasinya, dan sebagai pernafasan diluar antariksa bukankah Nabi juga di operasi sebelum melakukan Isra dan Miraj.

Teknologi transportasi dunia saat ini mungkin sangat cepat dan canggih, tapi....apakah mungkin manusia bisa menciptakan tansportasi secepat Buroq...terbang milyaran kilometer dengan hanya satu malam pulang pergi ke langit?

Jika seluruh BBM di bumi digunakan, apakah akan sampai ke Langit?

Tapi seluruh manusia pasti akan melihat Tuhannya, cuma kita harus melewati sebuah pintu....yaitu kematian..., dan kita akan dibangkitkan dalam format baru, tubuh baru, untuk bertanggung jawab atas semua perbuatan kita kelak.

Jadi ingin ke langit nih.....tapi takkan mungkin kan? Kalau begitu saya akan memuji kebesaran Tuhan dari bumi saja. Semoga Tuhan selalu mengasihi dan mengampuni dosa kita.

Salam blogger.

Mistery Kota Gantung Babilonia

Babylon, ibukota dari babylonia, imperium kuno Mesopotamia merupakan sebuah kota yang terletak di dekat sungai Euphrates yang sekarang dikenal sebagai Irak selatan.

Berdasarkan sejarah, dinasti pertama dari Babylon didirikan oleh Hammurabi pada masa Neo-Babylonian setelah kehancuran imperium Assyrian. Babylon menjadi salah satu kota terpenting pada zaman Timur Tengah kuno ketika Hammurabi (1792-1750 BC) menjadikannya ibukota kerajaan Babylonia.

Literature bangsa babylonia dibangun dengan sangat bagus dan rekaman cuneiform yang berhasil ditemukan menunjukkan agama, sejarah dan ilmu pengetahuan sangat berkembang.


Obat-obatan, kimia, alchemy, botany, matematika dan astronomi juga dipraktekkan. Agama dan tulisan kuno yang berbentuk cuneiform ini berasal dari kebudayaan Sumer yang lebih tua. Mereka juga mengembangkan bentuk abstrak dari tulisan berdasarkan symbol cuneiform (berbentuk baji). Tulisan ini ditulis di tanah lempung yang basah dan dibakar dibawah terik matahari.


“Dongeng tentang penciptaan” bangsa babylonia ditulis dalam tujuh lembaran tanah liat dan ditampilkan serta dibacakan pada festival tahun baru di Babylon. Lembaran-lembaran ini mengisahkan tentang kesuksesan Tuhan Kota Babylon, Marduk dan bagaimana Marduk bisa menjadi tuhan tertinggi, raja semua tuhan yang ada di surga dan bumi.


Bangsa Babylonia mempunyai system angka yang lebih maju dari yang kita miliki sekarang, dengan system posisi dengan dasarnya 60. Mereka juga membuat tabel untuk membantu dalam proses perhitungan. Mereka membagi hari sama seperti yang sekarang kita lakukan, 24 jam dengan 60 menit untuk setiap jam dan setiap menit 60.

Adat kebiasaan bangsa Babylonia ini ikut mempengaruhi bangsa Assyria dan turut memberikan kontribusi terhadap sejarah Timur Tengah dan Eropa Barat dikemudian hari.


Babylonia mengalami kemerosotan dan jatuh kedalam anarki sekitar 1180 BC, tetapi kemudian tumbuh berkembang kembali sebagai Negara bagian dari imperium Assyria setelah abad ke 9 BC.


Babylon akhirnya dihancurkan pada 689 BC oleh bangsa Assyria dibawah kepemimpinan SennaCherib, tetapi kembali dibangun lagi. Nabopolassar mendirikan apa yang sekarang dikenal sebagai Chaldean atau Imperium baru Babylonia pada 625 BC, dan akhirnya mencapai masa keemasannya dibawah pemerintahan anaknya Nebuchadnezzar (604-562 BC).


Kejayaan serta kemegahan Babylon menjadi terkenal dan melegenda sejak naik tahtanya Nebuchadnezzar, yang dipercayai sebagai pendiri Taman Bergantung Babylonia.

Disebutkan bahwa taman itu dibangun oleh Nebuchadnezzar untuk menghibur istrinya atau selirnya yang sangat gemar berada didaerah yang dikelilingi oleh pegunungan. Semenjak itulah taman bergantung, satu dari tujuh keajaiban dunia diperkirakan ada.

Dalam literature Babylonia, tidak ditemukan adanya rekaman sejarah tentang taman bergantung, dan laporan yang sangat deskriptif berasal dari ahli sejarah bangsa Yunani. Dalam lembaran tanah liat yang berasal dari periode Nebuchadnezzar, deskripsi tentang istananya, kota Babylon dan dindingnya ditemukan, tetapi tidak ada satupun referensi yang ditemukan tentang taman bergantung.


Sebagian ahli sejarah percaya bahwa legenda taman bergantung hanyalah cerita campuran tentang taman dan pohon palm di Mesopotamia, istana Nebuchadnezzar, the tower of Babel, dan ziggurats yang diceritakan oleh tentara Alexander ketika mereka kembali ke kampung halamannya.

Pada abad ini, beberapa struktur yang diperkirakan adalah bagian dari taman bergantung ditemukan. Archeologists sedang mengumpulkan bukti untuk mencapai kesimpulan tentang lokasi taman, system irrigasinya, dan wujud aslinya.


Sumber dari bangsa Yunani menySekelompok archeologist melakukan survey di istana selatan dan merekonstruksi kolong bangunan sebagai taman bergantung. Ahli sejarah Yunani, Strabo, mengatakan bahwa taman bergantung terletak di sungai Euphrates.


Yang lainnya berpendapat bahwa lokasinya sangat jauh dari sungai Euphrates berdasarkan penemuan dari kolong bangunan yang terletak beberapa ratus yard dari sungai.


Tempat beradanya istana telah direkonstruksi dan diperkirakan taman bergantung terletak didaerah yang merentang dari sungai ke istana. Dinding yang massif, tebal 25 kaki baru-baru ini ditemukan di pinggir sungai, yang kemungkinan merupakan langkah untuk membentuk teras yang dideskripsikan dalam referensi yunani.


Sampai saat ini, legenda Taman Bergantung masih belum bisa dipastikan kebenarannya dan masih belum bisa dikatakan juga itu hanya dongeng belaka. Archeologist masih sedang berusaha mencari bukti peninggalan zaman Nebuchadnezzar.

Disebutkan bahwa taman bergantung berbentuk quadrangular, setiap sisi panjangnya 4 plethora, terdiri dari arched vaults di pondasinya. Taman ini mempunyai tumbuhan yang ditanam diatas permukaan tanah, dan akar dari tanaman ini melekat di teras bagian atas, bukan didalam bumi. Seluruh massanya didukung oleh colom batuan. Air dipompa ke atas dan dibiarkan mengalir menuruni lereng, mengairi tumbuh-tumbuhan.


Penggalian archeology terbaru berhasil menemukan pondasi dari istana Nebuchadnezzar. Penemuan lainnya yang mendukung adanya taman bergantung termasuk kolong bangunan dengan dinding yang tebal dan irrigasi yang dekat dengan istana selatan.

Pada tahun 538 BC, pemimpin terakhir Babylonia menyerah kepada Cyrus Agung dari Persia. Dan ini adalah pertanda berakhirnya dinasti Chaldean dan Babylonia.

sumber: http://feedproxy.google.com/~r/blogspot/TKfLI/~3/j8vSfxDjdEY/benarkah-taman-gantung-babylonia-pernah.html

Wah, menakjubkan sekali kemajuan zaman dulu. Bagaimana dengan era sekarang?

Kisah Malaikat Harut Dan Marut (Dua Malaikat Yang Diberi Nafsu Sebagaimana Manusia)


Saat ini Lagi panasnya kasus seorang dai kondang dengan seorang wanita muda. Aku jadi ingat kisah dua orang malaikat yang diberi nafsu manusiawi yaitu malaikat Harut dan Marut.

Surah al Baqarah:102

Alam Malaikat adalah yang alam tinggi di alam langit. Para malaikat berkumpul, mereka berbisik sesama mereka dan teringat firman Allah kepada mereka “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khlifah di muka bumi” al Baqarah:30 Lalu mereka berkata “mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, pada hal kami sentiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau” Tuhan berfirman sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui” al Baqarah:30

Allah telah mengajarkan Adam nama nama benda seluruhnya, menempatkan Adam di dalam syurga, mencipta Hawa sebagai isteri kepada Adam dan rakan kongsinya sehinggalah Adam mengengkari perintah Allah dengan memakan buah dari pohon khuld dan akhirnya Adam di keluarkan dari syurga dan di campakkan ke dunia. Bermula kehidupan Adam dan Hawa di dunia. Lahir zuriat Adam di dunia dan akhir berlaku pembunuhan pertama Qabil ke atas Habil. Selepas itu zuriat anak Adam terus berkembang dan bertambah ramai di dunia. Akhirnya dunia penuh dengan dosa dosa keturunan Adam.

Mereka lupa tugas mereka sebagai khalifah Allah di bumi. Mereka membuat berhala lalu mereka menyembah berhala tersebut. Begitulah berlalu kehidupan manusia yang penuh kelalaian, penuh kemaksiatan, mencuri, merampas hak sesama mereka dan membunuh antara satu sama lain dan dunia diselubungi kezaliman. Kesemua ini dicatat oleh malaikat sehingga buku catatan mereka menjadi gelap hitam gelemat, lalu malaikat pun berkata beginikah keadaan khalifah Allah di bumi?kenapa Allah memilih mereka menjadi khalifah sedangkan mereka mengengkariNya?

Lalu Allah berfirman kepada para malaikat “jika sekiranya Aku menjadikan kamu semua seperti manusia nescaya kamu juga akan melakukan seperti apa yang telah berlaku dikalangan manusia”

Malaikat menjawab; wahai Tuhan! Maha Suci Engkau kami sekali kali tidak akan mengengkari Kamu. Maka Allah berfirman lagi;pilihlah dua malaikat dari kalangan kamu. Lalu para malaikat memilih Harut dan Marut kerana mereka berdua adalah yang paling terbaik beribadat kepada Allah dari kalangan malaikat. Firman Allah ” dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil iaitu Harut dan Marut” al Baqarah:102 .

Babil atau dikenali dengan Babylon di Iraq. Babylon ketika penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.
Di sana sini terdapat kelompok manusia berpesta mengelilingi wanita cantik yang sedang menyayi dan menari dalam separuh bogel. Ada sebahagian mencuri barang barang orang, kerana mereka lalai dan leka melihat wanita menyayi dan menari.

Kesemua hal keadaan ini dilihat dan didengari oleh Harut dan Marut, setelah Allah SWT menukar mereka menjadi manusia dan mencampak mereka berdua di Babil. Harut dan Marut berada di Bandar Babil, mereka berdua sentiasa memelihara kesucian dan keputihan malaikat, sesiapa saja akan tertarik dan tergoda dengan kerupawanan mereka berdua.

Setelah lama berjalan jalan di kota Babil mereka berdua merasa letih. Harut pun berkata; aku terasa sesuatu di dalam dadaku, begitu juga di kepalaku seolah olah badanku berat seperti bukit sehingga kakiku tidak mampu memikulnya.
Marut menyahut kata kata Harut; aku berasa seperti yang kamu rasa tetapi perutku amat terasa sakit.
Harut menjawab; itu bunyi perut yang lapar, wahai saudaraku! Sesungguhnya kita telah jadi seperti manusia, ketika kita malaikat tidak pernah merasa lapar dan dahaga bahkan kita sentiasa bertasbih dan menyucikan Allah. Lalu Harut mendonggak ke langgit berdoa kepada Allah supaya Allah memberi mereka makanan. Tiba tiba mereka tercium aroma daging bakar yang memenuhi rongga hidung mereka berdua.Mereka berdua segera pergi mencari ke arah aroma daging bakar, akhirnya mereka sampai ke majlis keramaian. Mereka dapati ramai manusia sedang berjamu selera dalam majlis tersebut.
Mereka terus masuk ke dalam majlis itu, tetapi rasa mulia yang ada dalam diri mereka berdua menjadi penghalang dari mereka meminta makanan dari tuan majlis. Bagaimana mereka menyembunyi bunyi perut yang lapar dari terus berbunyi?Lalu mereka berdua pergi duduk dekat dengan tuan majlis itu. Mereka melihat orang ramai makan dengan sayu. Orang ramai juga memperhatikan Harut dan Marut, kemudian tuan majlis merasa kasihan lalu menjemput mereka makan. Mereka makan bersama orang ramai sehingga kenyang dan perut mereka tidak lagi berbunyi.

Selesai makan, mereka pun memperhatikan semua orang ramai yang sedang makan, mereka memperhatikan seluruh tempat di dalam majlis itu. Akhirnya mata mereka berdua terpaku melihat kecantikan dan kejelitaan seorang wanita, wajahnya cantik bak bulan purnama. Itulah Zahrah ratu cantik di Babil. Harut dan Marut tersedar dari lamunan, dan rasa bersalah kerana telah melakukan dosa. Harut dan Marut pun segera beristighfar dan bertaubat dari dosa tersebut. Rasa terlalu malu atas dosa tersebut hampir hampir membunuh mereka berdua. Penyesalan jelas terpancar dari riak muka mereka.

Tetapi setelah perasaan penyesalan berlalu, syahawat datang kembali sekali lagi mereka memandang Zahrah dengan asyik sekali, sehinggalah suara iman dalam hati mereka memberontak dan berkata ini nafsu dan bujukan syaitan. Suara iman mengatasi syahawat mereka segera beristighfar kepada Allah SWT. Mereka memikirkan bagaimana hendak mengatasi masalah itu?

Akhirnya mereka dapat jalan penyelesaian.Hanya itu saja jalan penyelesaian bagi mereka iaitu bersegera meninggalkan majlis . Harut dan Marut sepakat, mereka mestilah segera meninggal majlis dan bertaubat kepada Allah. Lalu mereka terus melangkah keluar dari majlis, setelah agak jauh meninggal majlis tersebut, perasaan syahawat mereka meronta ronta untuk melihat Zahrah, mereka serentak berpaling untuk kembali kepada Zahrah, tetapi sekali bisikan iman mereka mengatasi bujukan syahawat dan mereka meneruskan perjalanan, lari jauh meninggal majlis itu.

Dalam perjalanan itu Harut dan Marut tidak bercakap terus membisu, sambil itu kedua dua tertanya tanya apakah yang telah mereka lakukan sanggup mengingkari perintah Allah dengan melihat kepada perkara yang diharamkan ke atas mereka.

Harut pun berkata kepada Marut; nafsu manusia buruk dan keji mendorang kita melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah keji nafsu manusia!

Marut menjawab; mungkin perasaan engkau sama seperti apa yang aku rasai sekarang! Ya aku takut tempat kembali kita adalah neraka, yang menjadi tempat balasan orang orang durhaka kepada Allah
Harut menjawab; tidak! Tidak! Jangan takut kita mesti berusaha mengalah syahawat dan memaksa nafsu agar mengikut bisikan iman.Kita mesti terus beristighfar dan bertaubat kepada Allah dan mesti meninggal terus tempat maksiat dan pergi ke tempat jauh dari manusia dan tidak ada maksiat.

Setelah senja matahari pun terbenam mereka masih meneruskan dan berhenti dengan kaki bukit, masih ada lagi cahaya kemerahan di kaki langit, beransur ansur bertukar menjadi gelap, kelipan kelipan cahaya bintang jauh di langit. Harut dan Marut khusyuk menunaikan solat dan bertasbih kepada Allah sambil memohon taubat ke atas dosa yang telah mereka lakukan
Keadaan malam terus gelap gulita, semua makhluk di dunia sedang nyenyak tidur. Manakala Harut dan Marut terus menerus bersolat, tiba tiba mereka terdengar tiupan angin yang mendayu dayu lalu terbit suara yang kuat, seolah olah suara perempuan meraung kehilangan anaknya dan timbul perasaan takut menyelubungi mereka berdua, tambah lagi dengana kedinginan malam yang menggigilkan tubuh badan mereka. Mereka amat ketakutan dan kesejukan, lalu mengambil keputusan untuk kembali ke bandar untuk menghilangkan rasa kesejukan dan ketakutan.

Setelah sampai di bandar, Harut berkata: dah kembali balik!!! Tanya Marut apa yang kembali balik? Harut menjawab; rasa kelaparan yang menyakitkan perut ku. Kata Marut; Kita dah jadi hamba kepada perut, celakalah perut ini yang tidak pernah kenyang! Harut; kita perlu mencari makanan. Marut; jika kita dapat makanan dan kenyang, adakah kita tak lapar lagi?Kita mesti bekerja untuk membeli makanan. Kerja apa yang kita boleh buat? Serah urusan kepada Allah, kita akan dapat kerja dan Insya Allah akan memberi rezeki harta cukup kepada kita.

Keadaan sianghari Babylon penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, di malam pula pesta minum arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.

Mereka terus berjalan di kota Babil untuk mencari kerja, dan terpandang orang ramai berpusu pusu pergi ke istana yang besar dan mewah, Harut dan Marut mengikut orang ramai pergi ke istana itu. Mereka pun masuk ke dalam istana dan sampai ke dewan yang penuh berbagai makanan dan buah buahan yang lazat. Di hujung meja hidangan duduk seorang lelaki dengan pakaian yang mewah dan cantik, tetapi itu tidak mempesonakan Harut dan Marut, mereka lebih tertarik kepada hidangan makanan dan buah buahan yang lazat dan enak kerana itu saja dapat menghilangkan kelaparan. Lalu tuan istana menyuruh mereka duduk dan makan, ketika mereka berdua sedang asyik makan dengan penuh nikmat, tuan istana memerhati mereka berdua dan ia meminta khadamnya supaya menuang arak dan persilakan mereka minum arak lalu Harut dan Marut menolaknya dengan baik. Tuan Istana amat terkejut kerana masih terdapat dikalangan penduduk Babylon yang tidak minum arak.Setelah itu barulah Harut dan Marut tahu bahawa lelaki itu adalah seorang raja yang sedang dikelilingi oleh menteri menteri dan pembesar pembesarnya.

Raja itu bertitah, semua menteri dan pembesar diam dan mendengar titah raja tersebut. Titah raja berkisar tentang pertikaian tanah antaranya dengan salah seorang pembesarnya. Raja mahukan tanah tersebut dengan cara yang salah. Tidak seorang pun daripada hadirin yang berani mejatuhkan hukuman. Raja tidak peduli kepada menteri menterinya, lalu raja berpaling kepada Harut dan Marut dan bertitah; Aku nak dengar dua orang tetamu ini yang menyelesaikan isu ini.

Semua perhatian menteri dan pembesar raja tertumpu ke arah Harut dan Marut, mereka semua menjangka bahawa Harut dan Marut menyebelahi raja. Tidak pernah terlintas pada pemikiran hadirin bahawa kedua dua tetamu adalah dari malaikat, malaikat hanya mengetahui keadilan. Harut dan Marut telah memutuskan hukuman berdasarkan keadilan dan mengembali hak kepada empunya. Mereka bukan sekadar menjatuhkan hukuman, bahkan mereka mengatakan raja yang bersalah dan zalim kerana merampas hak orang lain.

Semua menteri dan pembesar terdiam dan menanti keputusan raja; raja pun bertitah dengan suara yang lantang; beta melantik kamu berdua menjadi hakim di negeri Babylon. Para menteri dan pembesar bertepuk tangan kerana raja tidak murka dan menjatuhkan hukuman mati sebaliknya melantik mereka menjadi hakim. Begitulah akhirnya Harut dan Marut mendapat kerja di Babylon setelah mereka menyerah urusan kerja kepada Allah.

Harut dan Marut di beri rumah yang berdekatan dengan istana raja. Tidak ada lagi ketakutan, kesejukan, kelaparan, dahaga, dan tidak perlu meminta minta makanan dari orang lain. Mereka amat bersyukur kepada Allah SWT yang memberi kerja dan rezeki dengan menunaikan solat, bertabih memuji kebesaran Allah dan menyucikan. Tetapi ada sesuatu yang amat merisaukan, iaitu hati mereka tidak lagi pernah sekhusyuk dan sebersih seperti sebelum ini.

Inilah kehidupan manusia yang lemah, yang mereka hina ketika berada di alam malaikat. Kemudian datang tamu baru dalam kehidupan mereka, yang tidak pernah dirasai sebelum. Rasa letih, mengatuk dan berat mata sehingga tidak dapat buka. Harut segera membuka matanya dan berkata; mati!!! Wahai Marut! Kita akan matiii! Marut menyahut;Kenapa wahai sahabatku? Jawab Harut ; aku letiiih! mata rasa amat berat hingga tak mampu bukaa! Marut menjawab; aku pun rasa sama seperti kamu! Matiilah kita! Kata Harut lagi;aku rasa kita tak mati lagi…tapi benda lain..? mereka menguap aaah! Aaah! Aaah! Dan bercakap dengan suara terputus putus dan akhirnya langsung tidak dengar lagi suara. Tenanglah penafasan mereka, tidurlah Harut dan Marut dengan nyenyak buat pertama kali, kerana sebelum ini mereka malaikat. Malaikat memang tidak tidur.

Bila Harut dan Marut terjaga dari tidur, matahari sudah terbit dan angin pagi bertiup sepoi sepoi bahasa bermulalah hari baru, dan itulah sinaran cahaya matahari pagi yang pertama mereka rasai. Harut dan Marut merasai betapa nikmat dan segarnya tidur dari keletihan. Uuh! Uuh!uuh! segarnya tidur!

Marut berkata; Wahai sahabatku! aku rasa seolah-olah baru diciptakan.

Dengan kesegaran itu Harut dan Marut dapat memulakan kerja sejak awal pagi. Orang ramai mula datang berjumpa Harut dan Marut, dan meminta penyelesaian kes kes dan pertikaian yang berlaku diantara mereka. Harut dan Marut telah menyelesaikan kes kes dan pertikaian dengan adil dan saksama. Orang pun puas hati dengan pengadilan Harut dan Marut. Nama mereka mula dikenali dan semakin mendapat tempat dan akhirnya mereka menjadi hakim yang terkenal dan dihormati di seluruh Babil.

Setiap kali mereka selesai urusan dengan orang ramai, Harut dan Marut tidak lupa menunaikan solat, memuji kebesaran Allah dan menyucikan sentiasa bersyukur kepadaNya.Tidak menjadi halangan kepada Harut dan Marut, sekali kali raja menjemput mereka makan bersama tetapi dengan syarat tidak adan minuman arak.

Masa terus berlalu dengan pantas. Harut dan Marut terus menyelesaikan segala permasalahan orang ramai dengan adil dan saksama. Mereka tidak pernah walau pun sekali melanggar perintah Allah dalam menyelesaikan kes kes orang ramai.

Suatu hari dalam kesibukan mereka menyelesaikan kes orang ramai, tanpa diduga mereka didatang dengan kes baru, kes itu melibat seorang wanita. Apabila wanita duduk di depan Harut dan Marut, mata mereka berdua terpegun wajahnya cantik, jelita dan senyum ceria… Lalu mereka teringat ha! ha! ha! Ya Zahrah. Jantung mereka berdegup degup dan darah panas mengalir keseluruh badan, mereka berdua berasa hairan apa yang berlaku dalam hati mereka, rasa takut! rasa cinta! rasa benci ! berangan angan! Sungguh ajaib hati manusia. Aaah! Alangkah agungnya ciptaan Allah!

Manakala Zahrah sedang menceritakan kes berlaku ke atasnya…Harut dan Marut sedang berada di awan awangan…berkhayal sambil asyik memandang Zahrah ..tanpa mendengar apa yang diceritakan oleh Zahrah…tiba tiba bisikan iman cuba menghalang mereka dari asyik memerhati Zahrah, mereka cuba memaling pandangan ke arah lain.. tetapi tak mampu kerana ada tolakan syahawat yang lebih kuat untuk melihat Zahrah dengan nafsu, seolah olah bara api membara dalam hati mereka berdua. Sehingakan mereka tidak sedar yang Zahrah telah selesai menceritakan kesnya.

Wahai Tuan Hakim; itulah cerita kes saya dan saya mengharapkan tuan hakim berdua dapat memberi keputusan dengan se adilnya. Harut dan Marut tersedar dari awan awangan, lalu Harut segera menjawab; wahai saudari ! kes kamu memerlukan kajian, kamu datanglah besok. Marut mencelah; ya saudariku! Benar seperti yang dikatakan oleh Harut , besok saja kamu datang. Zahrah memerhati Harut dan Marut, lalu mereka berdua berdiri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Zahrah. Setelah Zahrah pergi dan hilang dari pandangan, Harut dan Marut menyesal dengan tindakan mereka. Dengan penuh kesal Harut berkata; aaah! Kenapa aku tangguh keputusannya sehingga esok hari ! kenapa aku jadi begini! Wahai sahabatku! Aku takut..masuk neraka disebabkan oleh wanita ini!Cepat kita segera bertaubat kepada Allah SWT.

Keesokannya Zahrah segera pergi ke majlis Hakim, menunggu gilirannya untuk berjumpa dengan Hakim. Pada malam itu Harut dan Marut tidak dapat kerehatan yang cukup, tidur mereka berdua terganggu dengan kes Zahrah…Mereka berazam apabila Zahrah datang, mereka tidak akan memandang wajahnya. Tiba giliran Zahrah, dengan senyuman yang manis Zahrah masuk berjumpa Harut dan Marut. Senyuman manis membuatkan Harut terlupa azamnya untuk tidak memandang wajah Zahrah. Begitu juga Marut terlupa taubat untuk mengulangi dosa yang sama,bila Zahrah masuk untuk mendapatkan keputusan kesnya. Setelah lama berbual dengan Zahrah, tanpa disedari mereka pun menjatuhkan hukuman yang tidak adil kepada Zahrah. Selepas hukuman ke atasnya diputuskan , dia pun bangun dan bergegas keluar, mereka berdua serentak bertanya; saudari hendak ke mana? Zahrah menyahut ; saya nak pergi sembah matahari dekat berhala, marilah ikut saya. Harut dan Marut menjawab bersama; apa kami nak buat? Jawab Zahrah; kamu berdua bersembahyang dengan saya. Mereka jawab; kami sekali kali tidak sembah selain dari Allah.

Tetapi Zahrah tak peduli dan terus pergi. Bila Zahrah dah hilang dari pandangan mereka, masing masing menyalah diri sendiri kenapalah mereka bersikap demikian dan teringat janji dan azam yang mereka untuk tidak mengulangi dosa yang samabila berjumpa dengan Zahrah. Lalu Harut berkata; wahai sahabatku! sesungguhnya rahmat Allah amat luas, segeralah kita bertaubat kepada Allah SWT.

Pada malam tersebut Harut dan Marut tertidur sehingga ke pagi tanpa solat, istighfar dan bertaubat kepada Allah. Bila Hari siang, mereka berdua pergi ke rumah Zahrah dan tidak pergi ke majlis Hakim. Setelah sampai di rumah Zahrah, mereka terus mengetuk pintu dengan senyuman manis dia membuka pintu dan mempelawa mereka masuk, dan dipelawa duduk di ruang tamu. Zahrah terus ke dapur mengambil minuman untuk kedua dua tamunya. Zahrah menyediakan minuman arak dan menjemput Harut dan Marut minum. Harut dan Marut tidak minum arak yang dihidang Zahrah. Zahrah merajuk dan marah , bila melihat mereka tidak minum hidangannya. Harut dan Marut memujuk janganlah marah! Marilah kita berdamai. Saya boleh berdamai dan tak marah dengan syarat kamu berdua minum hidangan saya, oleh kerana tidak mahu mengecilkan hati Zahrah mereka berdua pun minum arak.

Mereka pun mabuk, tiba tba ada seorang tetamu datang Zahrah, tetamu nampak Harut dan Marut di dalam rumah Zahrah, Harut dan Marut menjadi gelisah, terlintas dalam benak mereka berdua; Habis! Habis! Habislah! Kami jika tamu ini mendedah rahsia kami.Tanpa disedari dan pengaruh arak , mereka berdua bangun mencekik tamu sehingga mati, kasihan! Apakah dosa tamu itu, melainkan dia nampak mereka berdua di rumah Zahrah.

Setelah habis kesan pengaruh arak, mereka pun sedar apa yang telah mereka lakukan dan rasa amat menyesal, amat sedih sehingga mereka berdua berusaha untuk terbang ke langit tetapi tidak mampu kerana dosa yang mereka lakukan terlalu besar dan berat.Kemudian Harut dan Marut terdengar seruan dari langit; kamu berdua pilih samada kamu di azab di dunia atau di akhirat! Harut dan Marut memilih azab di dunia, lalu mereka berdua terus diazab sehingga Hari Kiamat.

Rujukan :-
Cerita cerita dalam al Quran
Tafsir Ibnu Kathir
http://ustmuhammad.wordpress.com

Kalau malaikat diberi nafsu saja seperti itu, apalagi manusia biasa atau ustad kondang sekalipun,atau orang biasa seperti kita ya? Benarlah kalau jihad zaman sekarang adalah perang terhadap hawa nafsu kita sendiri.

Misteri Bergesernya Tiang Penyangga Masjid

Fenomena aneh tapi nyata terjadi lagi di sebuah masjid di Tasikamalaya. Lantai dan tiang masjid bergeser sendiri hingga sekitar 45 derajat. Peristiwa ini terjadi di Masjid Al Falah yang terletak di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Warga baru mengetahui keanehan ini pada Rabu petang kemarin. “Kami heran, lantai dan empat tiang bergeser sendiri. Anehnya, tidak ada sedikit pun keretakan,” ujar Ketua DKM Masjid Al Falah, Rofiq,

Menurutnya, beberapa waktu silam arah kiblat di masjid ini sempat diubah beberapa derajat. Namun, entah mengapa kejadian kemarin telah mengarahkan ke arah kiblat yang lama. “Hanya arah lantai yang bergerak, tapi bangunannya tidak,” tukas Rofiq seakan tak percaya.
Sejadah yang digelar pun menjadi melenceng akibat geseran tersebut. Hingga kini, warga masih ramai mendatangi masjid tersebut sambil saling berbicang soal keanehan ini. “Subhanallah… inilah sebuah kebesaran Tuhan,” ujar seorang warga tentang fenomena aneh tersebut.

Semburan Pasir Di Arab

Fenomena Aneh Video Semburan Pasir di Arab. Di negeri padang pasir yang sangat kaya raya dengan minyak seperti Arab ternyata juga ada banyak fenomena aneh yang terjadi. Begitu juga dengan fenomena aneh semburan pasir di Arab ini, kalau di Indonesia yang menyembur dan menimbulkan bencana ya semburan lumpur Lapindo itu. Sebenarnya bukan hal aneh ketika ada pasir menyembur dari dalam bumi keluar seperti air, tetapi sejauh ini belum ada penjelasan resmi yang menyebabkan semburan pasir ini.

Perihal semburan pasir seperti tayangan video di atas bukanlah sebuah mukjizat, demikian komentar salah seorang pengguna Youtube. Komentator youtube ini menerangkan bahwa sebab semburan pasir di Arab ini karena ledakan pipa gas bawah tanah milik sebuah perusahaan minyak di Arab Saudi. Ketika ledakan terjadi dan minyak yang ada di dalam pipa tersebut menyeruak ke atas itulah pasir yang menimbun di atasnya terdorong dengan keras ke atas, dan seolah-olah seperti pasir yang menyembur.
Mungkin banyak fenomena aneh yang bisa dijelaskan dengan logika dan akal sehat seperti misalnya matahari kembar, hujan katak atau bahkan tentang video hantu juga kalau kita jeli melihatnya bukanla sesuatu yang aneh. Hanya tentang hujan darah di India sejauh ini belum ada penjelasan yang benar-benar bisa diterima akal. Dan tentu saja selama bumi berputar akan selalu ada fenomena aneh yang akan terjadi seperti halnya semburan pasir di Arab ini.

Misteri Hujan Ikan Di Australia

Hujan ikan mengejutkan kota di padang pasir terpencil di negara Australia. Hujan ikan ini bersamaan dengan pergantian cuaca ke musim hujan. Ikan yang jatuh dari langit banyak yang masih hidup, dan kejadian ini berlangsung selama lebih dari 2 hari di Lajamanu di Northern Territory dibulan Maret lalu. Menurut para ahli cuaca hal ini disebabkan karena adanya badai di laut yang menyedot ikan-ikan tersebut, dan jatuh di daerah pemukiman penduduk yang berjarak 326 Mil dari tempat badai.

Mark Kersemakers, peramal senior di Australian Bureau of Meteorology, mengatakan, badai itu meraup ikan ke udara hingga setinggi 40.000 sampai 50.000. "Setelah beberapa waktu mereka dilepaskan." Ini merupakan peristiwa ketiga kalinya dalam waktu kurang dari 30 tahun yang lalu Lajamanu dibombardir ikan. Menurut Northern Territory News, dilaporkan fenomena hujan ikan ini juga terhadi tahun 1974 dan 2004.
Joe Ashley, 55, dari Jabiru sebuah kota pedalaman di Northern Territory, berkata, "Biasanya ikan-ikan di dalam air, sekarang mereka jatuh dari langit, bagaimana jika sesuatu yang lebih besar jatuh dari langit selanjutnya?” Kalau misalnya ikan hiu kecil atau bahkan buaya-buaya yang tersedot badai bisa menakutkan, tapi ini untungnya hanya hujan ikan saja.

Isu Siluman Vampir Wanita Menyebar Luas Dan Meresahkan Warga Aceh


Rumor vampir di Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, terus meluas. Setelah sebelumnya warga di tiga kecamatan dibuat resah, kini warga Gampong Geunteng Timur, Kecamatan Batee, yang dibikin heboh oleh rumor keberadaan makhluk tersebut. Keresahan semakin menjadi-jadi setelah seorang pemuda desa setempat bernama Fakrul (19) mengaku sempat digigit di bagian lehernya, Minggu (11/10), sekitar pukul 00.30 WIB.

Kapolres Pidie AKBP Moffan MK mengaku bahwa pihaknya telah menerima informasi tentang isu vampir tersebut. Ia mengatakan sudah menurunkan tim ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. Fakrul pun melakukan perlawanan terhadap makhluk siluman yang disebut-sebut berwujud seekor kucing hitam dan menjelma menjadi wanita cantik dengan bercelana pendek dan berbaju serba hitam itu.

Fakrul menuturkan, pada malam itu ia hendak tidur di kamar rumahnya. Kala itu, ia merasa ada binatang di dalam kamar yang mirip seekor kucing. Lantaran merasa terganggu, ia kemudian mengusir binatang tersebut. Namun, saat Fakrul hendak mengusir dengan tangannya, kucing tersebut menyerang.

"Yang membuat saya tak percaya, tiba-tiba binatang itu menjelma menjadi manusia, yakni seorang wanita berkulit putih, berambut panjang, dengan tinggi badan mencapai dua meter, dan bentuk badannya besar ramping," kisah Fakrul.

Pada saat itu, kata Fakrul, sang wanita mencoba menggigit lehernya sehingga terjadi perkelahian sengit selama sekitar satu jam. Fakrul mengaku leher bagian kanannya sempat digigit hingga terluka. Karena wanita itu sangat kuat, Fakrul mengaku sempat menarik rambut panjang wanita jadi-jadian itu dan menghantam kepala sang siluman ke kosen pintu. Meski wanita yang berubah menjadi kucing hitam itu dibanting, ia tidak apa-apa.

Perkelahian itu, kata Fakrul, membuat staminanya menurun. Ia sempat berusaha kabur dari dalam rumah. Namun, wanita siluman yang memakai celana pendek dan baju serba hitam itu menariknya ke dalam rumah. Pada saat itu, Fakrul kemudian menjerit minta tolong. Akan tetapi, tak seorang warga pun terjaga, sementara mahkluk tersebut masih terus berusaha mengisap darah Fakrul di bagian leher.

Dalam pergulatan yang menguras banyak tenaga itu, Fakrul mengaku akhirnya ia bisa melepaskan diri dan kabur keluar rumah menuju rumah tetangga. "Saya menggedor-gedor pintu rumah tetangga sehingga mereka terbangun dan menolong saya," ujar Fakrul. Saat berusaha membangunkan tetangganya, kata Fakrul, sang wanita jadi-jadian itu dengan tenang berjalan dan berusaha kabur ke arah tambak yang diselimuti pohon pandan. Meski lolos dari sergapan siluman itu, kini Fakrul mengaku trauma. Bahkan, ia untuk sementara tidak berani tinggal di rumah bantuan NGO untuk korban tsunami itu.

Kapolres Pidie AKBP Moffan MK kepada Prohaba, Minggu (11/10), mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari masyarakat tentang rumor vampir tersebut. Untuk mengecek kebenarannya, Kapolres menyatakan telah menurunkan tim ke lokasi. "Kami sudah menurunkan tim untuk mengecek kebenaran informasi tersebut," kata AKBP Moffan.

Dikatakan, sebelum adanya isu vampir, pihaknya sudah melakukan cross chek ke lapangan, tetapi tidak menemukan bukti secara logis. "Kita inginkan masyarakat jangan cemas, tetap melakukan kegiatan seperti biasa, dan menjaga kampungnya secara bersama-sama. Jika ada orang yang mencurigakan, maka segera dilaporkan kepada pihak keamanan terdekat agar dapat diantisipasi lebih cepat," pungkas Moffan via telepon.

Sumber : kompas

Misteri Rawa Pening


Ibu Baru Klinting adalah seorang pertapa di Gedong Songo yg sedang mendoakan/memohon dewa agar kutukan terhadap dirinya yg menimpa anaknya (Baru Klinting) dapat di ampuni dan ditangani.

Baru Klinting atau "Joko" (nama panggilanya) lahir berbentuk ular yg diakibatkan oleh kutukan tsb.

Pada akhirnya setelah sekian tahun berlalu, Joko telah tumbuh menjadi seekor ular besar sambil menjaga Ibunya bertapa brata di Gedong Songo.

Sang Ibu mendapat wangsit dewa tentang bagaimana Joko dapat kembali berubah dalam bentuk manusia biasa. Sang Ibu tidak dapat memberitahukan Joko perihal ini secara langsung (seperti yg telah di wangsitkan dlm pertapaannya), kecuali apabila Joko bertanya kepadanya.

Suatu hari, Joko menghadap sang Ibu dengan hati yg gundah gulana dirundung risau dikarenakan ia telah menyadari perbedaan bentuk fisiknya terhadap Ibunya. Sang Ibu berusaha menjelaskan kepada Joko asal usulnya (bagaimana kutukan tersebut berkenaan dgn dirinya) dan menimpa Joko.
Sang Ibu kemudian menyadari bahwa, akhirnya ia dapat menerangkan wangsit yg didapatnya ttg perihal proses agar Joko dapat menjadi "Manusia" biasa seperti layaknya anak2 sebayanya. Dalam proses menjadi manusia, Joko harus bersedia bertapa brata dlm waktu yg tidak dpt dipastikan dalam hutan belantara yg lebat. Joko harus bersedia di temukan orang secara tidak sengaja dan dibunuh serta dagingnya di bagi2kan kepada semua orang yg menemukannya. Apabila proses ini telah selesai maka bagian2 tubuh ular yg tdk dibagikan akan berubah menjadi Joko dalam bentuk anak manusia. Sang Ibu juga menerangkan bahwa Joko tidak boleh sekali-kalinya menggunakan kesaktiannya utk menyakiti atau membawa musibah terhadap orang lain, atau ia akan berubah kembali dalam bentuk ular selamanya.

Joko merasa sedih menyadari bahwa dlm prosesnya menjadi manusia ia harus berpisah dgn Ibunya.

Setelah berpisah dgn Ibunya Joko menjalani semua persyaratan yg di dengar dari Ibunya. Setelah bertahun tahun lamanya bertapa di dalam hutan belantara, Joko akhirnya ditemukan oleh seorang pemotong kayu. Semua proses terjadi dengan cepat (spt yg diterangkan Ibu Joko kepadanya). Hingga suatu ketiaka sang pemotong kayu tersebut kemudian menemukan seorang anak kecil dalam rimbunan semak yg kemudian membawanya pulang dan merawatnya.

Menyadari dirinya telah berubah menjadi manusia, Joko memutuskan utk mencari Ibunya di Gedong Songo dan menghaturkan rasa terima kasih kepada sang pemotong kayu yg telah merawatnya itu.

Dalam perjalannya yg penuh derita, Joko menerima banyak caci maki, hinaan dan celaan bahkan siksaan fisik yg diarahkan orang2 terhadap dirinya dalam menemui Ibunya. Sampai akhirnya Ia pun mengalami penyakit kulit yg sangat meyiksanya, dimana seluruh bagian kulitnya penuh luka (koreng) mengelupas, mengeluarkan bau yg tdk sedap dan sangat menjijikkan (sungguh menyedihkan kondisi Joko/ Baru Klinting ini).
Suatu ketika sampailah Joko di suatu desa, dimana menurutnya adalah sebuah desa yg sangat makmur dan indah tetapi sangat disayangkan para penduduknya sangat sombong dan mementingkan dirinya sdri. Joko pun kembali berurusan dengan cacian, hinaan dsb-nya yg akhirnya ia pun di dera siksaan fisik dari anak2 sebayanya akibat rasa inginnya bermain bersama mereka.
Menahan rasa sakit akibat dipukuli dan dlm keadaan yg lemah karena tidak makan datanglah seorang nenek tua yg menolongnya dan merawatnya. Joko kembali sehat setelah sekian lama dirawat oleh sang nenek tua tersebut. Joko berterima kasih kepada sang nenek tua itu dan ia pun bermaksud utk kembali ke desa tempat dimana ia telah dipukuli. Setelah merasa cukup kuat setelah dirawat berhari-hari di rumah sang nenek tua yg telah merawatnya. Joko kemudian berpesan kepada sang nenek. Joko berpesan agar sang nenek agar segera masuk kedalam lesung (digunakan sbg perahu) dan membawa alu (digunakan sbg dayung) apabila mendengar bunyi suara gemuruh disertai suara2 kentongan dan teriakan orang2 sekitar.

Joko pun pergi meninggalkan sang nenek tua tsb menuju desa dimana ia pernah di aniaya dan kemudian mengadakan suatu lomba untuk semua kalangan usia, setelah terlebih dahulu memperkenalkan dirinya.

Ia kemudian memamerkan kekuatannya dengan menancapkan sebatang lidi yg disebutnya "Lidi Baru Klinting" dan mengumbar bahwa tidak ada seorangpun di desa itu yg dapat mencabut lidi itu selain dirinya sendiri. Joko menantang orang2 yg merasa kuat dan superior dalam segala hal termasuk kuat harta (orang kaya), orang yg merasa dirinya pintar, berstatus sosial tinggi, kuat fisik dan lain2nya.

Semua orang dari berbagai kalangan usia/status didesa itu pun kemudian mengikuti lomba itu karena menganggap "mencabut lidi" itu hanya hal kecil.

Banyak sudah yg gagal dlm berusaha mencabutnya termasuk orang2 yg pernah mencaci maki, menghina dan memukuli Joko hingga parah tempo hari.
Hingga.......
Tibalah akhirnya seluruh desa mengakui jikalau tidak ada diantara mereka yg dapat sanggup mencabutnya dan ingin melihat Joko utk melakukanya serta membuktikan sendiri kesaktiannya.

Hal ini disanggupi oleh Joko/Baru Klinting, kemudian ia mencabut lidi yg ditanamnya dan keluarlah air dari lubang bekas lidi itu. Airnya kian membesar deras tanpa hentinya, bergemuruh dan mengakibatkan banjir bandang menenggelamkan semua yg ada disekitarnya dan membentuk danau. Disaat itu pulalah Joko/ Baru Klinting berubah menjadi ular yg sangat besar, menerima kutukannya kembali dan hidup di dalam danau bekas cabutan lidinya sendiri.
Adapun danau ini sekarang dikenal dengan nama "RAWA PENING".

Sang nenek selamat dan beliau menceritakan hal ini ke semua orang sampai akhir hayatnya.

Tahun2 berlalu cerita ini telah ditelan waktu, menua dan menjadi sebuah legenda.

Misteri Gunung Lawu


Gunung Lawu (3.265 m) berdiri kokoh diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak menyimpan sejuta misteri dan legenda. Dalam legenda Gunung Lawu dipercayai sebagai tempat bertapanya Raden Brawijaya atau dikenal dengan Sunan Lawu setelah mengundurkan diri dari kerajaan Majapahit, dan beliau dipercaya sebagai penguasa seluruh makhluk yang ada di Gunung Lawu.

Gunung Lawu juga mempunyai kawah yang namanya sangat terkenal yakni Kawah Condrodimuko, yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat menggodok tokoh pewayangan yaitu Raden Gatutkaca, salah satu dari Pandawa Lima.

Di gunung ini juga banyak tempat-tempat keramat antara lain Sendang Drajat, Argo Dalem, Argo Dumilah, Pasar Dieng, Batu Tugu "Punden Berundak", Lumbung Selayur, Telaga Kuning dan masih banyak lagi. Gunung ini juga ditumbuhi bunga Edelweis berwarna merah muda, kuning dan putih.

Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl. Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Desa Cemoro Sewu maupun dukuh Cemoro kandang yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer merupakan gerbang pendakian ke puncak Lawu atau lebih dikenal dengan nama Argo Dumilah, letaknya berada tidak jauh dari kota dan dilintasi oleh jalan raya tertinggi di pulau Jawa yaitu sekitar 1.878 meter dari permukaan air laut. Karena letaknya yang mudah dijangkau, Gunung Lawu ini banyak dikunjungi pendaki pada Minggu dan hari-hari libur. Bahkan pada bulan Suro (Tahun Baru menurut penanggalan Jawa), kita akan menemui bahwa mereka yang mendaki bukan saja untuk ke puncak gunung Lawu, tetapi juga banyak diantaranya adalah peziarah, pertapa dan berbagai tujuan lainnya.

Kedua daerah gerbang pendakian tersebut merupakan daerah berbentuk saddle antara daerah tujuan wisata Sarangan yang terkenal dengan danaunya dan Tawangmangu dengan air terjunnya. Kedua jalur Selatan ini adalah yang paling banyak dilalui karena jalurnya mudah dan pemandangannya sangat indah. Untuk mencapai daerah ini.

Gunung Lawu sangat populer untuk kegiatan pendakian. Setiap malam 1 Sura banyak orang berziarah dengan mendaki hingga ke puncak. Karena populernya, di puncak gunung bahkan dapat dijumpai pedagang makanan.

Pendakian standar dapat dimulai dari dua tempat (basecamp): Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah, serta Cemorosewu, di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk keduanya terpisah hanya 200 m.

Pendakian dari Cemorosewu melalui dua sumber mata air: Sendang (kolam) Panguripan terletak antara Cemorosewu dan Pos 1 dan Sendang Drajat di antara Pos 4 dan Pos 5.

Pendakian melalui Cemorokandang akan melewati 5 selter dengan jalur yang relatif telah tertata dengan baik.

Pendakian melalui cemorosewu akan melewati 5 pos. Jalur melalui Cemorosewu lebih nge-track. Akan tetapi jika kita lewat jalur ini kita akan sampai puncak lebih cepat daripada lewat jalur Cemorokandang. Pendakian melalui Cemorosewu jalannya cukup tertata dengan baik. Jalannya terbuat dari batu-batuan yang sudah ditata.

Jalur dari pos 3 menuju pos 4 berupa tangga yang terbuat dari batu alam. Pos ke4 baru direnovasi,jadi untuk saat ini di pos4 tidak ada bangunan untuk berteduh. Biasanya kita tidak sadar telah sampai di pos 4.

Di dekat pos 4 ini kita bisa melihat telaga Sarangan dari kejahuan. Jalur dari pos 4 ke pos 5 sangat nyaman, tidak nge-track seperti jalur yang menuju pos 4. Di pos2 terdapat watu gedhe yang kami namai watu iris(karena seperti di iris).

Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat suatu bangunan seperti masjid yang ternyata adalah makam.Untuk mendaki melalui Cemorosewu(bagi pemula) janganlah mendaki di siang hari karena medannya gag nguatin untuk pemula.

Di atas puncak Hargo Dumilah terdapat satu tugu.

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Keraton Yogyakarta.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.

Legenda Gunung Lawu

Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M) pada masa pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Raden Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.

Raden Fatah setelah dewasa agama islam berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Raden Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi (Demak).

Melihat kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dalam semedinya didapatkannya wangsit yang menyatakan bahwa sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan Demak.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang kepala dusun yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Merekapun pergi bersama ke puncak Harga Dalem.

Saat itu Sang Prabu bertitah, "Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus mundur, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib dengan wilayah ke barat hingga wilayah gunung Merapi/gunung Merbabu, ke timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini.

Singkat cerita Sang Prabu Brawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Obyek wisata di sekitar gunung Lawu antara lain:

* Telaga Sarangan
* Kawah Telaga Kuning
* Kawah Telaga Lembung Selayur.
* Wana wisata sekitar Gunung Lawu
* Air Terjun Pondok Kiwo
* Air Terjun Kakek Bodo-Tretes
* Air Panas Padusan-Pacet
* Tawangmangu
* Cemorosewu
* Candi Sukuh
* Candi Cetho
* Komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran:
o Astana Girilayu
o Astana Mangadeg
* Astana Giribangun

Indonesia adalah negeri yang kaya akan cerita dan kebudayaan, dan hampir tiap - tiap daerah mempunyai legenda. Kita harus bangga sebagai rakyat Indonesia, dengan cara mempertahankan kebudayaan yang ada. Anda setuju?

Misteri Gunung Ungaran


Gunung Ungaran merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Ungaran mempunyai ketinggian setinggi 2.050 meter. Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Di lereng gunung ungaran terdapat situs arkeologi berupa Candi Gedongsongo (gedong= gedung, songo= sembilan). Selain peninggalan arkeologi terdapat pula beberapa curug (air terjun) di antaranya: curug semirang dan curug lawe. Juga terdapat gua, yang terkenal adalah gua jepang. Gua ini terletak 200 m sebelum puncak, tepatnya di sekitar perkampungan promasan (perkampungan para pemetik teh).

Gunung Ungaran dapat didaki dari Jimbaran - Ungaran, atau dari Taman Wisata Candi Gedung Songo - Ambarawa. Dengan menggunakan kereta api Tawang Jaya dari stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Poncol - Semarang. Dari stasiun poncol ini kita naik bus kota menuju terminal Terboyo, dilanjutkan dengan bus kecil jurusan Bandungan.

Gunung Ungaran terletak di sebelah Selatan - Barat Daya kota Semarang dengan jarak sekitar 40 Km, tepatnya berada di kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi type strato. Gunung ini terdiri dari tiga buah gunung yakni Gn. Gendol, Gn.Botak, dan Gn. Ungaran. Puncak tertinggi Gn. Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl. Untuk menuju puncak Gunung Ungaran ini dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari candi Gedung Songo, atau sekitar 8 jam dari Jimbaran.

Gunung ini sangat istimewa yakni adanya panas bumi di sisi selatan dan sisi utara gunung, juga di kaki gunung di sebelah timur. Panas tertinggi berada di Gedongsongo dengan adanya uap panas dan kolam bersuhu 86°C juga sumber mata air panas. Disebelah utara Gn. Ungaran terdapat beberapa sumber air panas dengan suhu berkisar 48°C and 53°C. Air panas yang terdapat di sebelah timur gunung memiliki suhu yang hangat berkisar 42°C.

Panas yang dihasilkan di sekitar Gedungsongo ini berhubungan dengan aktivitas termuda gunung berapi yang terjadi pada gn.Ungaran, yakni sejak adanya aliran lahar andesive di kawah di sebelah utara. Tidak ada catatan mengenai sejarah letusan gn.Ungaran. Beberapa kali aktifitas letusan pernah terjadi di tengah-tengah gunung dekat puncak gn. Ungaran, sehingga membentuk gunung berapi.

Aktivitas fase termuda gunung berapi ini adalah berupa susunan timbunan basalt dan batu andesit yang melingkar dengan garis tengah 19 Km yang memotong gunung berapi ungaran tua dan sedimen ketiga. Dua generasi kubah Andesit telah terbentuk sejak adanya lapisan ke empat di sekitar lingkaran patahan dan sisi-sisi gunung.

Berada di komplek Candi Gedong Songo di kaki Gunung Ungaran seperti terlempar ke masa lalu dengan segala kekunoannya. Tujuh buah candi berdiri membisu yang satu dengan lainnya terpisah sekitar 100 meter terasa memancarkan aura kedamaian yang abadi.

Segarnya aroma getah pinus dan wangi mawar yang datang terbawa semilir angin membuat kepala terasa ringan. Komplek Candi Gedong Songo memang dikitari hamparan kebun bunga di kanan kirinya, mengingatkan pada keindahan kahyangan tempat dewa-dewa bersemayam dalam cerita pewayangan. Di kejauhan nampak hijaunya hutan pinus yang merayapi kaki hingga puncak Gunung Ungaran.

Sesuai namanya komplek candi ini sebenarnya terdiri atas sembilan candi, berderet dari bawah ke atas yang dihubungkan dengan jalan setapak bersemen. Satu candi yang berada di puncak paling tinggi disebut Puncak Nirwana. Sayang sekali dari sembilan candi dua diantaranya sudah rusak hingga sekarang tinggal tujuh buah.

Komplek Candi Gedong Songo ini diperkirakan dibangun oleh Raja Sanjaya, raja Mataram kuno pada sekitar abad 8 Masehi. Melihat langgam arsitektur dan pendirinya yang beragama Hindu Candi Gedong Songo jelas merupakan candi Hindu yang dibangun untuk tujuan pemujaan.

Berbagai patung dewa yang ada di sini seperti Syiwa Mahaguru, Syiwa Mahadewa, Syiwa Mahakala, Durgamahesasuramardhani dan Ganesya makin menegaskannya sebagai bangunan pemujaan umat Hindu. Juga ditemukan Lingga dan Yoni yang merupakan ciri khas candi Hindu di Indonesia.

Setelah berabad-abad tak pernah disebut keberadaan Candi Gedong Songo untuk pertama kali dilaporkan oleh Gubernur Jenderal Raffles pada tahun 1740. Seorang arkeolog Belanda, Dr EB. Volger, selanjutnya melakukan study dan diteruskan oleh beberapa arkeolog Indonesia. Pemugaran candi dan penataan lingkungan secara menyeluruh dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1972-1982.

Dilihat dari letaknya komplek Candi Gedong Songo termasuk istimewa karena berada pada ketinggian sekitar 1000 meter dpl. Dari tempat ini wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan kota Ambarawa dan genangan air Rawapening dengan latar belakang gunung kembar Sumbing dan Sindoro yang berdiri gagah di kejauhan.

LEGENDA GUNUNG UNGARAN

Menurut cerita rakyat setempat Gunung Ungaran tempat Candi Gedong Songo ini berdiri dahulu kala digunakan oleh Hanoman untuk menimbun Dasamuka dalam perang besar memperebutkan Dewi Sinta. Seperti diketahui dalam cerita pawayangan Ramayana yang tersohor itu Dasamuka telah menculik Dewi Sinta dari sisi Rama, suaminya.

Untuk merebut Sinta kembali pecahlah perang besar antara Dasamuka dengan bala tentara raksasanya melawan Rama yang dibantu pasukan kera pimpinan Hanoman. Syahdan dalam perang tersebut Dasamuka yang sakti tak bisa mati kendati dirajam berbagai senjata oleh Rama.

Melihat itu Hanoman yang anak dewa itu kemudian mengangkat sebuah gunung untuk menimbun tubuh Dasamuka. Jadilah Dasamuka tertimbun hidup-hidup oleh gunung yang kemudian hari disebut sebagai gunung Ungaran.

Dasamuka yang tertimbun hidu-hidup di dasar gunung Ungaran setiap hari mengeluarkan rintihan berupa suara menggelegak yang sebenarnya berasal dari sumber air panas yang terdapat disitu. Sumber air panas yang mengandung belerang itu sendiri akhirnya menjadi tempat mandi untuk menghilangkan beberapa penyakit kulit.

Pada masa hidupnya konon Dasamuka gemar minum minuman keras hingga siapapun yang datang ke Gunung Ungaran dengan membawa minuman keras akan membangkitkan nafsu Dasamuka. Mencium aroma miras erangan Dasamuka makin menjadi-jadi, ditandai sumber air panas makin menggelegak. Kalau sampai tubuh Dasamuka bergerak-gerak bahkan bisa menimbulkan gempa kecil. Demikian menurut cerita masyarakat setempat.

Untuk sampai ke lokasi Candi Gedong Songo sangat mudah. dari kota Ambarawa hanya berjarak sekitar 15 Km yaitu ke arah barat melewati obyek wisata Bandungan. Jika dari Ungaran jaraknya hanya 12 Km melalui Karangjati.

Masyarakat yakin jika candi ini ditunggu oleh makhluk gaib yang berjuluk Mbah Murdo. "Berdasarkan cerita eyang buyut Candi Gedong Songo dibangun oleh Ratu Sima untuk persembahan kepada Dewa," ujarnya seperti dikutip Misteri. Konon, tiap kali menghadapi masalah yang pelik Ratu Sima bersemedi di candi ini agar mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

Agaknya, candi inipun mempunyai kekuatan yang sakti. Buktinya, kebesaran Ratu Sima diakui oleh lawan-lawannya. Bahkan beberapa kerajaan takluk dan tunduk di bawah kekuasan Ratu Sima. Namun, Siswoyo menegaskan, cerita tersebut hanyalah turun-temurun dari nenek moyangnya.

Sampai saat ini banyak pengunjung yang melakukan ritual khusus di candi tersebut. Mereka memohon berbagai pertolongan agar tujuannya dapat dikabulkan. Kabarnya, candi yang paling banyak dipakai untuk bersemedi adalah candi yang terletak di deretan paling atas.

Sebelum memasuki wilayah Candi Gedong Songo, sebaiknya pengunjung harus meminta ijin terlebih dulu kepada Mbah Murdo, yang dipercaya sebagai penghuni gaib kawasan ini. Sampaikan salam kepadanya, agar perjalanan atau ritual Anda tak terganggu.

Di kawasan cagar budaya Candi Gedongsongo yang bersuhu rata-rata 19 sampai 27 derajad celcius ini ternyata memiliki bio energi terbaik di Asia. Bioenergi di kawasan ini bahkan lebih baik dari yang berada di pegunungan Tibet atau pegunungan lain di Asia. Setelah kita menghirup bioenergi ini dapat memberikan kesegaran di pikiran sehingga memunculkan ide-ide segar. Hal ini akan sangat membantu memberikan kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup.

Banyak mata air dengan kepulan asap yang berbau menyengat. Konon, air ini penuh tuah. Terutama untuk menyembuhkan penyakit kulit yang diderita seseorang.

Mata air keramat itu dijaga oleh Nyai Gayatri, perempuan asal Pulau Dewata. Konon, semasa hidupnya Nyai Gayatri adalah dayang Ratu Sima, yang dipercaya sebagai raja pertama di Tanah Jawa. Ketika meninggal dunia, ia memilih menjaga mata air yang mengandung belerang itu.

Kabarnya, Nyai Gayatri tergolong makhluk yang baik hati. Ia suka memberi pertolongan kepada sesama, terutama menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Tapi, jangan coba-coba menyepelekan dia karena akibatnya bisa fatal.
Pernah suatu ketika ada seorang pengunjung yang kencing di mata air tersebut. Tiba-tiba ia menjerit seperti ada yang mencekik dirinya. Setelah dibawa ke paranormal, rupanya, Nyai Gayatri, penunggu mata air itu tersinggung dengan ulah pengunjung tersebut. Setelah mohon maaf, penyakit itupun dapat disembuhkan lagi.

Banyak pula cerita manis di seputar mata air ini. Darmo, penduduk Magelang, yang kebetulan sedang mandi di sendang itu mengatakan, penyakit kulit yang dideritanya berangsur sembuh setelah mandi di tempat ini. Padahal, berbagai dokter sudah menyerah terhadap penyakit kulit yang sudah menahun itu.

Atas petunjuk seorang paranormal dia diminta mandi di mata air tersebut sebanyak sepuluh kali. "Saya baru mandi tiga kali. Tapi, penyakit saya sudah menurun. Mudah-mudahan, yang kesepuluh saya dapat sembuh total," ujarnya penuh harap.
Para sejarawan sampai saat ini belum dapat memastikan kapan candi itu dibangun dan siapa pendiri komplek candi Gedongsongo. Namun melihat bentuk arsitektur candi, terutama bentuk bingkai kaki candi, dapat disimpulkan bangunan candi ini sejaman dengan komplek candi Dieng. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar abad VIII M, pada masa pemerintahan Dinasti Sanjaya. Hanya saja siapa nama raja pendirinya belum dapat diketahui.

Candi Gedongsongo berlatar belakang agama hindu, hal ini dapat dilihat dari arca-arca yang menempati relung-relung candi. Misalnya arca Ciwa Mahadewa, Ciwa Mahaguru, Ganeca, Dhurga Nahisasuramardhini, Nandiswara dan Mahakala.

Menurut Pakar tentang Candi Evi Saraswati menyebutkan bangunan candi di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua tipe. Yaitu candi Hindu dan Candi Budha. Ciri umum dari kedua tipe tersebut terletak pada bentuk bangunan. Candi Hindu cenderung ramping, lancip dan tinggi. Sedangkan Candi Budha berbentuk bulat dan besar seperti candi Borobudur.

Dilihat dari fungsinya candi juga dibedakan menjadi dua fungsi, yaitu candi sebagai tempat pemujaan atau ibadah dan candi yang dipakai sebagai tempat pemakaman. Sedangkan candi yang berada di komplek Gedongsongo ini diperkirakan merupakan candi untuk pemakaman. Karena pada saat ditemukan di sekitar candi banyak terdapat abu. Sangat mungkin abu ini merupakan bekas pembakaran orang yang meninggal. Sesuai ajaran Hindu orang yang meninggal biasanya dibakar.

Bangunan candi yang masih utuh bentuknya kini tinggal lima bangunan, yaitu candi I, II, III, IV dan V. Candi I terdiri satu bangunan dan masih utuh, candi II terdiri dua bangunan bangunan induk masih utuh dan satunya lagi tidak utuh. Candi III terdiri dari tiga bangunan yang semuanya masih utuh. Candi IV terdapat empat bangunan candi, tetapi tinggal satu bangunan candi saja yang masih utuh. Sedangkan Candi V tampat bekas-bekas pondasi candi yang menunjukkan bahwa di sana dahulu banyak sekali bangunan candi. Tetapi sekarang tinggal satu bangunan candi induk yang masih utuh. Candi VI, VII, VIII dan IX sekarang sudah tidak jelas lagi sisa-sisanya, karena beberapa reruntuhan bangunan yang terdapat di sana banyak yang diamanakan. Demikian pula beberapa arca juga disimpan oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Yang aku heran dari misteri legenda Ungaran ini adalah cerita Ramayana dan Dasamuka. Bukankah Ramayana itu cerita dari Negara India, mengapa Hanoman dan Dasamuka nyasar ke Gunung Ungaran?

Mendengar candi Gedong Songo membuat aku ingat beberapa tahun lalu. Ketika aku jalan jalan ke Gedong Songo aku sempat "mencium pacarku" di dalam salah satu candi. Tempat yang benar benar exotis buat liburan dan berpacaran.

Misteri Kapal Hantu Flying Dutchman

Kisah Kapal Hantu Flying Dutchman ini merupakan salah satu kisah yang sangat terkenal dan telah melegenda di seluruh dunia . Sudah banyak buku ditulis dengan mengangkat cerita legenda ini, bahkan dalam film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest (2006) dan Pirates of the Caribbean: At World’s End (2007) kapal hantu ini juga ikut dimunculkan.

Tapi, entah nyata atau tidaknya kisah ini aku juga belum tahu, atau mungkin masih sama dengan legenda-legenda lainnya yang dianggap hanya sebatas cerita karang/dongeng turun-temurun.

Menurut cerita rakyat, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan, kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup. Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa. Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk, sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan . Tetapi sang kapten tidak mau, lalu dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku, atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam. Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya. Konon, Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun . Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729. Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat – The Phantom Ship dan Richard Wagner opera. Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 seklompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba – tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang. Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942. Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus, waktu itu awak kapal Columbus melihat kapal terkatung katung dengan layar mengembang. setelah itu awak yang pertama melihat langsung tewas seketika.

Mitos ahir-ahir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka. Bagi seorang pelaut, pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon, ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut, yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan. Selama berabad – abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini. Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

Istilah Flying Dutchman juga dipakai untuk julukan beberapa atlet sepakbola, terutama para pemain ternama asal Belanda. Ironisnya, bintang veteran negeri Orange, Dennis Bergkamp justru dikenal sebagai orang yang phobia atau takut untuk terbang, sehingga ia dijuluki The Non-Flying Dutchman. Beberapa Laporan Penampakan The Flysing Dutchman yang sempat didokumentasikan :

1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.

1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.

1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.

1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.

1939 : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang

1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.

1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.

1942 : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942

1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporakan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.

Versi cerita lain tentang kapal hantu The Flying Dutchman

Kapal Hantu Yang Meneror Tujuh Samudra

Sebelum namanya terkenal lewat trilogi layar lebar Pirates of the Carribean, The Flying Dutchman lebih dulu populer sebagai hantu bajak laut yang ditakuti warga lautan dalam kartun Spongebob Squarepants. Dan berbeda dengan anggapan kebanyakan orang, nama tersebut merupakan nama sebuah kapal bukan nama orang. Sebetulnya dari mana asalnya legenda Flying Dutchman? Mengapa kapal hantu ini (menurut legenda) terus mengarungi lautan tanpa kenal lelah? Dan apakah betul kapten dari Flying Dutchman menjadi biang keladi yang membuat seluruh penghuni kapal itu gentayangan?

Sejarah Mitos dan Legenda

Catatan sejarah ternyata memuat banyak versi cerita dari Flying Dutchman. Salah satu yang tertua adalah kisah mengenai para pelaut belanda yang sangat ambisius dalam menaklukan lautan. Pada abad 1500-1600, jauh sebelum inggris memiliki armada laut yang kuat, Belanda dikenal sebagai penakluk lautan. Disebutkan bahwa kapten Van Straaten adalah kapten yang teladan dan giat dalam mengarungi laut serta samudra, dan bersedia untuk mempertaruhkan segalanya demi menjadi kapten terkuat . Namun karena keserakahan dan keangkuhannya maka Van straaten dihukum oleh alam untuk hidup selamanya di atas kapal tanpa bisa berlabuh ke dermaga!! Kabarnya kapal miliknya yang dinamai The Flying Dutchman sering berkeliaran di daerah Cape of Good Hope dibagian selatan Afrika. Dalam mitos setempat, kapal hantu Van Straaten dapat menularkan kutukan. Alhasil, para nelayan maupun pelaut dianjurkan untuk mengubah haluan jika mereka berpapasan dengan kapal milik Van Straaten.

Lebih lanjut lagi, pada tahun 1821 ditemukan catatan tertulis pertama mengenai kisah Flying Dutchman. Dalam salah satu edisi Blackwood’s Magazine yang terbit pada bulan mei di tahun tersebut, diceritakan bahwa sebuah armada laut Belanda dikutuk karena telah menantang alam . Hendrik Van Der Decken merupakan kapten dari armada itu. Cikal bakal terjadinya tragedi kutukan ini adalah ambisi Van Der Decken untuk menyelesaikan misi menemukan Cape of Good Hope. Namun sedikit berbeda dengan mitos tua Flying Dutchman, Blackwood’s Magazine menjabarkan lebih banyak detail mengenai perjalanan sang kapten. 7 tahun setelah misi diberikan, Van Der Decken belum juga menemukan Cape of Good Hope. Walaupun para awak kapal sudah merasa putus asa, Namun karena sang kapten mempunyai sifat yang sangat tegas maka tidak ada seorangpun yang berani menentang keinginannya. Sampai suatu malam Van Der Decken berhasil menemukan letak Cape of Good Hope dengan bantuan teleskop. Namun untuk mencapainya maka ia harus melewati badai yang menghadang di depannya. Karena merasa kesal akhirnya Van Der Decken mengumpat pada angin kencang yang menghadangnya.

Tidak lama setelah itu sebuah kapal kecil berpapasan dengan kapal Van Der Decken, dan nelayan di kapal kecil tersebut memperingati sang kapten untuk tidak meneruskan perjalanan malam itu. Bukannya mematuhi atau setidaknya menghormati saran si nelayan, Van Der Decken malah kembali mengumpat bahwa ia lebih memilih dikutuk untuk berlayar selamanya sampai hari kiamat tiba dari pada harus kalah dari alam. Seketika itu pula, betapapun sekerasnya usaha Van Der Decken namun ia beserta awak kapalnya tidak pernah dapat menemukan dermaga untuk berlabuh. Beberapa kisah menyebutkan bahwa Van Der Decken sebenarnya tidak dikutuk dan bahkan ia hampir berhasil berlabuh. Tetapi sayangnya semua awak kapalnya terkena wabah pes sehingga mereka tidak dapat diperbolehkan untuk berlabuh karena takut akan menularkan penyakit itu pada penduduk kota. Karena tidak mendapatkan pertolongan, seluruh awak kapalnya beserta sang kapten akhirnya meninggal dalam pelayaran di tengah lautan. Rasa sakit hati membuat mereka menjadi arwah penasaran yang terus mengarungi lautan dengan kapal hantunya. Versi lai mencatat bahwa terjadi pembunuhan sadis dikapal Van Der Decken yang memakan korban seluruh penghuninya!!

Beberapa catatan sejarah jadul lainnya mengatakan bahwa seorang kapten belanda bernama Bernard Fokke disinyalir menjadi kapten Flying Dutchman lainnya. Fokke juga digambarkan sebagai kapten yang sangat piawai dalam mengarungi lautan. Dikisahkan bahwa Fokke dapat berlayar dari Holland sampai ke pulau Jawa hanya dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini sangat mengherankan banyak pihak karena pada masa itu, kapal tercepat saja butuh waktu cukup lama untuk mencapai Jawa. Kepiwaiannya tersebut kemudian dicurigai oleh banyak orang bahwa Fokke sebetulnya bekerja sama dengan para iblis sehingga kapalnya dapat berlayar cepat.

Penampakan The Flying Dutchman

Apapun Versi ceritanya, The Flying Dutchman tetap dikenal sebagai kapal hantu yang sangat menyeramkan. Kisah mengenai Flying Dutchman juga dilengkapi dengan beberapa catatan penampakan. Salah satu yang paling terkenal adalah catatan dari Prince George of Wales yang kemudian dikenal sebagai King George V of United Kingdom. Catatan yang dibuat pada kisaran abad 1900-2000 tersebut mengatakan bahwa Prince George yang tengah berlayar dengan adiknya, Prince Albert Victor of Wales, melihat sebuah kapal aneh didekat perairan Australia. Dari atas Bacchante, kapal yang dinaiki George, 13 orang juga mengaku melihat sebuah kapal yang diselimuti kabut aneh pada saat subuh. Tidak hanya suram, kapal yang disinyalir sebagai The Flying Dutchman tersebut diliputi kilauan aura berwarna merah darah!! Namun karena tebalnya kabut yang terjadi, seluruh awak kapal aneh tersebut tidak terlihat jelas. Karena penasaran maka Prince George memerintahkan beberapa awak kapalnya untuk mendekati kapal tadi dengan memakai sekoci, namun mereka tidak berhasil menemukan siapapun. Dan dalam sekejap kapal aneh itu hilang ditelan kabut, padahal harusnya kapal sebesar itu masih dapat dilihat teleskop dalam jarak 200 yard!!

Mitos Cinta Sang Kapten

Lalu bagaimana dengan kisah Davy Jones, kapten Flying Dutchman dalam Pirates of Carribean yang ternyata memiliki tragedi cinta dengan dewi laut bernama Calypso? Apakah kisah tersebut hanya karangan sang pencipta film belaka? Tidak sepenuhnya betul, tapi juga tidak seluruhnya salah. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak pengarang-pengarang dunia yang mengadaptasi legenda Flying Dutchman. Oleh karena itu versi dalam kapal hantu tersebut semakin beragam. Pada tahun 1980-an, seorang pengarang sekaligus aktivis lakon drama bernama Fitzball ikut mengadaptasi kisah Flying Dutchman. Untuk membuat kisah drama buatannya semakin dramatis maka disisipkan cerita bahwa sang kapten kapal menaruh cinta untuk seorang wanita yang pernah menolongnya. Tetapi akibat kutukan untuk berlayar selamanya, sang kapten akhirnya hanya memiliki kesempatan untuk menemui sang kekasih setiap 7 tahun sekali.

Menurut cerita dongeng, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu.

Asal Usul:

Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa, cerita ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Berdasarkan dari beberapa sumber, Kapten Belanda pada abad ke 17 Bernard Fokke adalah contoh dari kapten kapal hantu tersebut. Fokke mendapatkan kemasyhuran atas perjalan dari Belanda ke Jawa dengan kecepatan yang luar biasa dan dicurigai mempunyai ikatan dengan Iblis untuk meningkatkan kecepatannya. Berdasarkan dari beberapa sumber, kapten tersebut dipanggil dengan Falkenburg didalam cerita versi Belanda. Dia dipanggil dengan “Van der Decken” (artinya off the deck|Diatas Geladak) dalam versi Marryat’s dan “Ramhout van Dam” dalam versi Irving’s. Sumber tidak setuju bahwa “Flying Dutchman” adalah nama dari kapal atau nama panggilan untuk sang kapten.
Menurut banyak versi, sang kapten berjanji bahwa dia tidak akan mundur pada saat badai, tapi akan melanjutkan usahanya untuk mencari Cape of Good Hope walaupun sampai hari kiamat. Menurut beberapa versi, kejahatan yang mengerikan telah terjadi, atau awak kapalnya telah tertular oleh wabah penyakit pes dan tidak diijinkan untuk berlabuh di seluruh pelabuhan. Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah kedarat. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729.

Banyak catatan persamaan dari Flying Dutchman dengan kisah umat Kristen The Wandering Jew.
Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat – The Phantom Ship dan Richard Wagner opera.

Beberapa saksi penampakan The Flying Dutchman :

1823 Kapten Oweb dari kapal HMS Leven; dua kali melihat kapal kosong yang terombang ambing di tengah samudera, salah satunya mungkin the Flying Dutchman.

1835 Sebuah kapal Inggris sempat melihat The Flying Dutchman yang melaju kencang ke arahnya tapi setelah dekat menghilang begitu saja.

1879 Beberapa awak kapal SS Petrogia sempat melihat kapal hantu tersebut.

1881 3 awak kapal HMS Baccante yang di dalamnya terdapat King George V melihatnya. Keesokan harinya seornag awak yang sempat melihat tiba2 mati secara mendadak.

1939 Terlihat di Mulkenzenberg, membuat orang2 yang melihatnya bingung karena tiba2 saja kapal tua itu menghilang begitu saja.

1941 Terdapat laporan dari Pantai Glenclaim tentang sebuah kapal tua yang menabrak karang. Setelah diselidiki tak ada sedikitpun bangkai kapal di sekitarnya.

1942 Terlihat oleh kapal MHS Jubille di dekat Cape Town, Afrika selatan

Pengikut